Latest News

Meski masih terbilang jarang ditemui musik-musik black dikombinasikan death metal atau lebih dikenal dengan nama blackened death metal, sepertinya tahun ini akan menjadi awal perkembangan musik blackened death metal di scene metal indonesia. Abgotter unit blackened death metal yang berada dibawah bendera Sickness Production ini dikabarkan siap mencatat sejarah pada akhir bulan april ini dengan membangkitkan debut album penuh perdana berjudul "Rebeligion". Meski baru seumur jagung semangat dari band yang terbentuk tahun 2012 ini cukup patut diantisipasi karya-karyanya lewat racikan sadis oleh Farjin (Vocal), Alexi Chio (Guitar), Luthfi (Guitar), Danan (Bass), dan Qory Ariyanto (Drum).

Band yang berbasis di jakarta timur ini siap menghadirkan 8 track mematikan dengan beberapa track diantaranya seperti Belantara Neraka Dunia dan Datang hidup hanya untuk mati. Kabarnya album perdana abgotter ini diproduseri oleh Ade rizky yang merupakan seorang sound engineer dari SAE institute. Sebelum melepas rebeligion, abgotter terlebih dahulu telah mempublikasikan gambaran materi mereka lewat EP tahun 2013 lalu dan sekarang bisa didengarkan lewat akun reverbnation abgotter. Selain itu untuk urusan cover art, mereka mengandalkan goresan tangan mematikan dari bvllmetalart dengan konsep penuh aroma-aroma kegelapan dengan objek seorang pemimpin sedang memimpin jamaahnya untuk melakukan ritual pengorbanan seorang yang terpasung dilehernya. Penasaran dengan gambaran materi album penuh mereka, bisa kalian dengarkan reviewnya dibawah ini.

Track List
1. Enter The Adamantine Gates (Intro)
2. Such As Illusion
3. Datang Hidup Hanya Untuk Mati
4. Paradigma Aliansi Suci
5. The God You Praise, Maybe Yourself
6. Pierced From Soul
7. Belantara Neraka Dunia
8. Rebeligion




Defender adalah sebuah band yang terbentuk pada pertengahan tahun 2014 . Band ini mengusung genre Metal /Hardcore. Awalnya kami hanya terdiri dari 3 personil yaitu Fahmi (Guitarist), Dustin A.K.A Otot (Bassist), dan Rizki (Drummer). Berawal dari sebuah pertemanan dan kesamaan selera musik akhirnya kami memutuskan untuk membuat band ini. Awalnya band ini bernama One Day For Valliant dengan menggunakan additional player untuk mengisi posisi sebagai vocalist. Namun satu bulan setelah band berjalan Fahmi pun menghubungi seorang rekan , yaitu Nizar untuk mengisi posisi sebagai vocalist tetap dan mengganti nama band menjadi “Defender” .

Konsep musik kami terinspirasi dari band – band ternama seperti August Burns Red , The Ghost Inside, dan As I Lay Dying . Pada awal tahun ini kami telah meluncurkan Single pertama yang berjudul “We Will Be Something” . Single ini berceritakan tentang revolusi kaum minoritas yang menentang sistem para penguasa yang korup dan serakah. Dengan single ini kami berharap agar musik kami bisa dinikmati oleh penikmat music indie khususnya pecinta musik Metal/Hardcore.

Contact Us On
Phone : 08812020645
Email : defender2014@gmail.com

Social Media
Twitter : @defender_music
Instagram : @defender_music
Soundcloud : www.soundcloud.com/defender_music

Setelah Sidjil merilis debut full album yg bertitle STRAYS pada tanggal 13 maret 2015, kali ini Sidjil merilis single ke 2  dalam bentuk vidio cllip yang berjudul UNBLESSING LAND, salah satu track yang di ambil dari album STRAYS ini bercerita tentang keadaan negri yang kacau balau akibat keserahkahan manusia dan sebagai timbal balik atas semua kerusakan alam yang membayar tunai, dengan berbagai bencana dari alam, yang merupakan ulah dari manusia itu sendiri,dan negeri ini seakan menjadi negeri yang tidak terberkati.

Konsep penggarapan tidak terlalu banyak memakai tempat, proses produksi  vidio clip ini sangat sangat simple, dan hanya memakai 1 ruangan yang di balur dengan beberapa lembaran kain hitam.proses pengerjaan video clip ini tidak bekerjasama dengan PH profesional, disini hanya semua personil dan crew saja yang turut serta mengerjakan penggarapan vidio clip.


Mendekati rilisnya album kedua trojan dengan title Archaic Dimension, kini unit death metal asal pulau dewata bali tersebut membocorkan single anyar mereka berjudul "Ritual Deception As A Prophet II" yang diambil dari album kedua mereka. Seperti kita ketahui bahwa album ini akan dirilis oleh sepsis records label asal jakarta timur yang pernah menelurkan band-band sadis seperti djin dan down for life. 5 tahun pasca rilisnya album perdana lewat rottrevore records memang bukan waktu yang singkat untuk baru menelurkan album baru mengingat perkembangan rilisan album death metal di indonesia saat ini sedang menjamur akan tetapi penantian tersebut terjawabkan melalui Archaic Dimension yang akand rilis pada 18 april besok bertepatan dengan records store day. sebagai hadiah sebelum rilisnya, sepsis records juragan dari trojan memberikan single terbaru dari album archaic dimension yang dipublish melalui akun soundcloud. Aroma-aroma death metal yang easy listening tidak sebrutal album pertama tersebut dimuat selama durasi hampir 7 menit lewat hantaman lagu Ritual Deception As A Prophet II. Penasaran bagaimana musiknya, bisa kalian dengarkan dibawah ini.




Gempuran dari para metalhead jawa timur sepertinya masih mendominasi di awal – awal tahun 2015 ini, tidak sedikit band – band wilayah jawa timur menelurkan album dari label – label berbeda salah satunya Depraved Murder one of killer from kediri kingdom death metal tepatnya di daerah pare. Tidak perlu untuk menunggu waktu lama menghasilkan karya, meski masih umur empat tahun band ini berdiri terbukti album penuh pertama berhasil dibangkitkan lewat label WAAR Production. Remnants Of Depravity sebuah materi berbahaya yang siap menghantam gendang telinga kalian dengan 8 track mematikan yang penuh aroma brutal death metal kejam tiap-tiap part yang dihasilkan.

Tidak perlu banyak ceramah panjang kali lebar, saya akan membedah isi perut Remnants Of Depravity yang diawali dengan intro berjudul “Remnants Of Depravity”. Permulaan track pertama ini sangat kental perkiraan kebrutalan terjadi ditrack selanjutnya melalui vocal-vocal guttural lucky yang diakhiri instrument death metal easy listening. Benar dugaan saya “Perspective Human Tortured” tanpa basa basi langsung menghajar habis-habisan telinga saya bersama hyperblasting tanpa ampun, riff-riff gitar down tune membawa saya untuk berheadbang sembari menikmati setiap perputaran lagu kedua ini. Nada-nada vocal guttural dilapisi scream menambah cita rasa kebringasan Perspective Human Tortured. Masih pada atmosfir menakutkan, blasting yogi msaih meneror otak saya lewat track ketiga “Intestinal Evisceration” dan menuju menit ke 2 pada track ini saya dihantarkan menuju beat-beat rendah sambil headbang tapi beat-beat tersebut tidak bertahan lama karena setelah itu rancikan cita rasa brutal death metal kembali disuguhkan dan outro seperti cuplikan film horror bernuansakan gore terselip ditelinga saya. “Neurological Brain Disorders” still killing your brain with smiling brutal and blast drum rapat dikombinasikan vocal guttural lucky. Sebuah tembang kenangan tahun 90an klasik namun tetap gore menjadi intro yang menarik di lagu “Disgenosome”, part-part di lagu ini terdengar lebih rapi dengan tidak meninggalkan unsur brutal with hyperblast and guitar down tune. “Eksekusi Psikopat” siap mengeksekusi telinga dan otak kalian bagaikan psikopat yang akan memakan daging kalian, intro brutal kejam dan sadis terdengar sebelum saya menikmati alunan brutal death milik depraved murder ini, emosi lucky kental terasa dilagu tersebut yang kemudian diakhiri outro penggalan film pembunuhan. The last track “Desolated” menawarkan sajian penenang dengan lantunan irama gitar merdu sepanjang 2 menit.

Secara keseluruhan delapan track dalam album ini sangat kental nuansa brutal death metal yang siap menyayat kulit kalian bersama hyperblasting and sick guttural vocal combine guitar down tune ditambah kualitas sound sangat maksimal serta cover art yang so fucking sick, pembantaian dan penghancuran organ tubuh kalian lewat materi-materi kejam oleh depraved murder di album Remnants Of Depravity. FYI, review ini hanya sebagai acuan kalian sebelum membeli cd original milik depraved murder dan sebagai tambahan review ini pasukan jihad webzine akan memberikan satu track untuk kalian dengarkan karena penilaian sempurnanya adalah berasal dari pendengaran pribadi bukan dari penilain orang lain. so keep support local band with buy original music..

Band : Depraved Murder
Album : Remnants Of Depravity
Asal : Pare, Kediri
Label : Waar production
Code : WP010
Rate : 9/10

Track List
1 Remnants Of Depravity
2 Perspective Human Tortured
3 Intestinal Evisceration
4 Neurological Brain Disorders
5 Disgenosome
6 Torso Rotten Flesh
7 Eksekusi Psikopat
8 Desolated

Amazing satu kata itu akan saya lontarkan mengetahui band ini sangat produktif melahirkan materi-materi entah itu berupa mini album ataupun album penuh bahkan sebuah perjalanan mengenai bandnya yang dikemas dalam bentuk dvd pun telah dirilis ini menjelaskan bahwa band itu yang penting berkarya karena hanya dengan karya sebuah band akan dikatakan “band”. Hellskuad, itulah nama para meriam ganas asal cimanggis yang terdiri dari trio berbahaya Deady velo (vocal/guitar), Ibrahim Elazar Sjahranie (bass), dan Kutwo Alfian (Drum). “Liege of Inveracity” sebuah tanggung jawab bagi hellskuad yang telah diselesaikan melalui eastbreath records pada bulan maret kemarin, album ini berisikan 14 materi dengan aransemen musik mengacu ke arah slamming with beatdown hardcore style.

Disini saya akan sedikit merobek – robek isi liege of inveracity, meski titlenya sama dengan judul lagu suffocation tapi musik – musik yang mereka tawarkan tidak kalah kejamnya dengan title tersebut. Kalau kalian mendengar musik slam identik dengan tema gore, bloody or brutal kali ini hellskuad menggaet Dj Dubali pada track awal yang berjudul “Sickest Voices on Schizoprenia Heads” sebuah intro menarik sebelum dilibas dengan “Deserve To Die (Buried)”. Tatanan part-part lagu yang tidak ada berubah dari album sebelumnya, beatdown with guttural vocal masih terasa menyayat telinga tapi ada sedikit warna berbeda pada posisi bass kali ini mungkin karena skill elazar yang diturunkan oleh sang ayah hingga untuk urusan felling musik tidak diragukan lagi. “Melawan Kematian” track ketiga ini seperti mendengar sambungan dari deserve to die jika didengarkan secara lebih detail dari beat-beat gitar di awal. Fokuskan pendengaran kedetik 47 sejenak terdengar ucapan menakutkan oleh Silliya amoy “Metamorgrind” dan Arin “Terjal”. “Lust to Kill” akan menggoyangkan kepala kalian dengan riff-riff gitar down tempo ala beatdown hardcore dikombinasikan beberapa blasting rapat dari kutwo dan jelang akhir track hellskuad menaikkan tempo for finishing kill your ears. Belum ada banyak perubahan di “Karnivora dari neraka” hyperblas snare gempuran dari tangan alfian serta hentakan twin pedal yang kencang cukup menaikkan tempo permainan, hampir sama seperti “Pleasure in Desperation”. Materi ke tujuh hellskuad akan membawakan lagu dari unit death metal asal mexico yaitu Brujeria yang berjudul “Laley de plomo”, detik-detik awal deady velo membuka kekejaman aransemen death metal menjadi slamming beatdown ala hellskuad. Sejenak merenungkan semua akan mengalami kematian, sajak-sajak puisi yang diiringi petikan accoustic guitar mengiri track kedelapan yang berjudul "Retorika Kebiadaban", lirik-lirik penuh makna dilagu tersebut dikerjakan oleh deady velo. Lanjut menggerinda telinga saya dengan "Splattering Blood on Your Wall" sebelum destroy everything dimainkan. Selain milik brujeria, hellskuad mengcover salah satu band hardcore yang sudah tidak asing lagi di indonesia yaitu hatebreed yang berjudul Destroy Everything, so fvcking bastard aransemen musik yang sangat memikat telinga untuk berheadbang ria dan jika jamey jasta mendengarkan lagu dari hellskuad besar kemungkinan dia akan angguk-angguk kepala juga haha.. “Kembali menjadi tanah” outro santai diiringi musik nuansa sunda selama 2 menit cukup untuk merileksasikan telinga, kepala, dan otot-otot lainnya setelah dihajar track-track sebelumnya. “Mom, I wanna play death metal” bonus track yang jauh dari kata metal haha akustik gitar dengan lirik-lirik bahasa inggris ini sungguh bonus yang sangat menghibur sekali. Tidak hanya di album tortured, kini hellskuad akan memasukkan minus one dari lagu Melawan kematian dan Mom I wanna play death metal, mungkin untuk kalian jika ingin karaoke atau bahkan vocal cover di lagu bonus track tersebut.

Well untuk ukuran formasi baru mereka saat ini bisa dibilang lebih mematikan meski tinggal bertiga, liege of inveracity menjadi sebuah pendewasaan diri hellskuad yang tidak meninggalkan benang merah mereka yaitu slamming with beatdown hardcore style. Rudi Gorgingsuicide sukses menghasilkan gambaran cover cd yang memikat mata dengan objek – objek berbahaya dan penuh kontroversi karena adanya kepala pemimpin negara paman sam. Rokemndasi buat kalian para pecinta slamming down tempo with beatdown hardcore, kalian wajib meletakkan album ini ke koleksi cd kalian dengan kemasan yang sangat menarik mulai dari cover art, kemasan cd hingga sound musik.

Band : Hellskuad
Album : Liege of Inveracity
Asal : Cimanggis
Label : Eastbreath Records
Code : EBRCD002
Rate : 8.5/10

Track List
01. Sickest Voices on Schizoprenia Heads
02. Deserve to Die (Buried)
03. Melawan Kematian
04. Lust to Kill
05. Karnivora dari Neraka
06. Pleasure in Desperation
07. Laley de plomo (Brujeria cover)
08. Retorika Kebiadaban
09. Splattering Blood on Your Wall
10. Destroy Everything (Hatebreed cover)
11. Kembali Menjadi Tanah
12. Mom, I Wanna Play Death Metal (Bonus Track)
13. (Bonus Track)
14. (Bonus Track)