PASUKAN JIHAD WEBZINE

News Update

    Hypochondriac terbitkan single perdana Radikalisme

    Bicara soal bandung memang tidak ada habisnya kota itu melahirkan senjata-senjata pamungkasnya apalagi dengan genre brutal death metal. Kali ini Hypochondriac band yang berasal dari padalarang bandung ini siap-siap akan melepaskan promo demo 2014 yang berisikan 3 lagu dan 1 intro dibagikan secara cuma-cuma alias gratis. Beramunisikan Aldy Muhammad Rizal (vocal), Therry (guitar), Indra Indriawan (Bass), dan Gielang (drum) ini sebelum melepaskan promonya terlebih dahulu membocorkan salah satu dari 4 demo tersebut. Lagu Radikalisme menjadi pilihan Hypochondriac sebagai preview dari tiga demo yang siap disebarkan nanti. Beat-beat cepat dengan hyperblasting milik gielang berhasil memberi warna yang cukup brutal ditambah sedikit irama groovy menjadikan single radikalisme layak diacungkan jempol. For Fans Disinfected, kaluman, xtab, plasmoptysis kalian wajib mendengarkan single terbaru dari Hypochondriac yang berjudul Radikalisme dibawah ini. 

    Review Album : Rotten On Gore - The Pleasure of Devouring Dying Bodies (2014)

    Satu lagi label brutal yang baru saja melahirkan sebuah mini album album, namun kali ini bukan datang dari dalam negeri melainkan dari Equador.Brutal Mind salah satu label yang menaungi band - band brutal dalam dan luar negeri ini kembali merilis sebuah album dari band luar setelah tahun lalu sukses dengan human mastication. Deni sang juragan label sepertinya tidak pernah merasakan jenuh membesarkan band - band brutal sebut saja perverted dexterity yang beberapa bulan lalu merilis album, kini Brutal Mind pada bulan september ini merilis EP band equador bernama ROTTEN ON GORE.

    Rotten on Gore sendiri dikenal sebagai band yang cukup sadis dengan musikalitas brutal with hyperblasting fast and catchy pastinya. Trio brutal yang digawangi oleh Orlando Calderon (Guitar), Carlos Puetate (Vocals), dan Javier Calderon (Drums) ini siap membisingkan telinga gw ketika mulai memutar mini album "The Pleasure of Devouring Dying Bodies" yang berisikan empat lagu tersebut. First song 'BLOODY HUMAN PUTREFACTION' telinga gw langsung dihajar habis-habisan dengan blasting drum yang cepat milik Javier setelah beberapa detik intro penggalan film. Next song 'SEXUAL EXPERIENCE WITH ROTTING BODIES', trio rotten on gore masih mempertahankan karakteristik cara bermain mereka yang menonjolkan sisi hyperblast dan vocal growl yang apik serta beat-beat gitar yang ngebut. Di lagu ketiga 'PURULENT INFLAMATION' Rotten on Gore sedikit menyisipkan nuansa groovy di tengah - tengah lagu. Lagu 'EXCESIVA SODOMIZACIÓN RECTAL' menjadi klimaks dalam mini album ini, tanpa basa basi serta pikir panjang lagi Carlos langsung menunjukkan sisi kebrutalannya dengan growl yang sangat sadis serta menyayat isi kuping.

    Secara keseluruhan empat lagu dalam EP Rotten on Gore - The Pleasure of Devouring Dying Bodies ini sarat akan nuansa brutal dengan hyperblast maut serta beat-beat gitar yang membunuh juga teknik vocal yang catchy dibalut sound - sound maksimal membuat mini album ini menjadi lebih perfect. Cover art sadis nan membunuh yang dibuat oleh Forsaken art bisa dibilang mampu menambah daya tarik tersendiri untuk kalian memiliki EP yang berisikan empat lagu dengan durasi 11:45 Menit ini. For Fans Amputated Genitals and Perverted Dexterity, you must have this album kalau kalian ngakunya brutal death fans. ( Write by Jihad Al Ghifari )

    Band : Rotten On Gore
    Album : The Pleasure of Devouring Dying Bodies
    Total Song : 4
    Duration : 11:45 Menit
    Label : Brutal Mind
    Review Score : 10/10

    Track List
    1. BLOODY HUMAN PUTREFACTION
    2. SEXUAL EXPERIENCE WITH ROTTING BODIES
    3. PURULENT INFLAMATION
    4. EXCESIVA SODOMIZACIÓN RECTAL

    Review Album : Kekal - Beyond the Glimpse of Dreams [Re-Release] (2014)

    Berbicara mengenai Avant-Grade kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu band avant-grade yang bisa dibilang 'Legend' di indonesia. Mereka sudah sukses membawa harum indonesia ke kanca international dengan musikalitas yang mereka sajikan dengan sangat profesional. iya, tidak lain dan tidak bukan mereka adalah KEKAL. Band yang sukses menorehkan 9 lagu dan disibukkan untuk proses penyelesaian album ke sepuluh mereka dengan title album "Multilateral". album Multilateral rencananya bakal diluncurkan tahun 2015 mendatang bertepatan dengan 20 tahun Kekal berdiri sebagai musisi bendera hitam di tanah air ini.

    First album "Beyond the Glimpse of Dreams" adalah buah karya pertama debut full album Kekal di tahun 1998 tersebut menjadi album avant-grade yang dicampuri bumbu black metal serta female vocal like a gothic membuat album Beyond The Glimpse of Dreams semakin wah. Sangat wajar ketika gw menobatkan album ini menjadi album tersukses bagi Kekal karena hanya album ini yang dirilis hingga 4 kali oleh label yang berbeda dengan 2 format, yaitu 3 kali format cd dan 1 kali format Cassette pada tahun 1998 oleh THT Production label pertama yang merilis album tersebut. Tepat 2014 ini Label yang mengurusi musik - musik black metal tanah air "Persetan Records" berhasil mencetak ulang album Beyond The Glimpse of Dreams. Dalam rilisan persetan records ini Kekal masih mempertahankan sound - sound yang mereka buat pada 1997 itu namun hanya ada sedikit perubahan pada cover art dan penambahan beberapa lagu demo 1996 "Contra Spiritualia Nequitiae". 

    Diawali dengan track 'rotting youth' Kekal sukses membisingkan telinga gw dengan beat-beat gitar black metal yang dilakukan leo dan jefry serta vokal hary yang kental dengan nuansa norwegian black metal di awal lagu. 'Armageddon' salah satu lagu dimana kekal berhasil menyisipkan female vocal di dalamnya untuk menambah kemantapan ditengah-tengah lagu. next song 'Spirits' bakal menjadi semangat gw mendengarkan 15 lagu dalam album ini, dimulai dengan dengan nada sederhana petikan gitar nuansa syahdu menyita pendengaran gw menyelesaikan lagu yang sarat nuansa black metal dan gothic ini. well, secara garis besar lagu - lagu yang dikemas dengan mengkombinasikan female vocal di lagu 'Armageddon', 'The Conversion', dan 'My Eternal Lover' serta dibantu sang keybordis habil keseluruhan lagu beyond the glimpse of dreams semakin menjadi sempurna. one again, in the track 10 gw berasa dibawa ke alam tidur karena lagu tersebut sangat kental dengan nuansa gothic horror seperti sarasvati. Karateristik female vocal di lagu My Eternal Lover memberikan nuansa kelam nan mistis dengan nada - nada sopran yang dia keluarkan. Hal yang menjadikan rilisan persetan records lebih berbeda dari rilisan label lainnya adalah dalam re-release ini Persetan records menyisipkan 6 lagu bonus meski yang dapat diputar di cd hanya 5 karena keterbatasan kapasitas kaset cd yang ada. lagu - lagu bonus tersebut adalah dari demo 1996 miliknya kekal bertajuk "Contra Spiritualia Nequitiae" seperti Contra Spiritualia Nequitiae 1 hingga 4 dan Rotting Youth sukses disisipkan dalam re-release ini. meski sound - soundnya kurang nendang seperti di 10 lagu sebelumnya, but all not bad. Dari Segi cover art sendiri Kekal menggunakan karya tangan sang master artwork dunia bernama William Blake dengan tema "Job's Evil Dreams". harapan gw semoga rilisan ulang ini dapat menorehkan kembali sejarah kekal yang telah menjual 5000 keping cd dalam waktu 4 tahun terhitung sejak 1998 hingga 2002.

    Label : Persetan Records
    Rilisan Ke : 004
    Format : CD
    Review Score : 9/10

    Track List
    1. Rotting Youth
    2. Armageddon
    3. Spirits
    4. Deceived Minds
    5. The Conversion
    6. Behind Those Images
    7. Reality
    8. Escaping Eternal Suffering
    9. A Day the Hatred Dies
    10. My Eternal Lover
    11. Contra Spiritualia Nequitiae Act I
    12. Contra Spiritualia Nequitiae Act II
    13. Contra Spiritualia Nequitiae Act III
    14. Contra Spiritualia Nequitiae Act IV
    15. Rotting Youth (1996 demo version)
    16. My Eternal Lover (1996 demo version)

    Dead Carnations lahirkan "Harmony Hell Decade" melalui Extreme Soul Production

    Musikalitas berbahaya tanpa batas serta kebrutalan dicampuri nuansa technical siap mewarnai album ketiga milik band yang lahir sekitar 2006 silam ini. Dead Carnations band yang dikomandoi oleh Ozzy (vocal), Leohardy (drum), Eka (guitar), Luky (bass) ini kembali melepaskan debut full album ketiga dengan title album "HARMONY HELL DECADE". sukses dengan album sebelum - sebelumnya seperti album pertama "MEMORIES OF YESTERDAY" dan album kedua "START THE KILLING" yang dirilis oleh label yang sama asal Surabaya NO Label records. 2014 ini menjadi pembuktian Dead Carnations tetap eksis dalam belantika musik underground tanah air dengan karya - karya mereka yang akan dikemas dalam sebuah album yang berisikan 10 lagu di dalamnya. Melalui label asal bandung yang sudah tidak asing lagi bagi metalhead Indonesia yaitu Extreme Soul Production Dead Carnations meluncurkan album ketiga mereka pada 10 oktober 2014 mendatang. 

    Dalam album ketiga ini Leohardy sedikit menjelaskan bahwa "Tema album kali ini .tetap bicara tentang hubungan manusia bersama tuhannya. Serta kehidupan sehari hari manusia yg menyesatkan", ujar Leohardy sang drummer DC. Album ketiga ini masih seperti album kedua secara technicalnya. Ada sentuhan berbagai macam genre, dari mulai Thrash, Grindcore, metalcore, jazz, dll tapi tetap pada benang merah 'Death Metal Groovy' ala Dead Carnations dan yang pasti album ketiga ini lebih bagus dari album sebelumnya, tambah leohardy.

    Proses pengerjaan Harmony Hell Decade ini sendiri mulai mereka kerjakan sejak awal 2014 melalui 3 studio yang berbeda. Beberapa track seperti CIU, Segitiga Mata Satu, Luka Duka Pesta dan Menebar Terror siap mewarnai kebrutal album Harmony Hell Decade. Buah karya Rudi Gorgingsuicide sukses menambah kengerian album Harmony Hell decade melalui cover art yang dia kerjakan, dan Leohardy sang drummer turut ambil bagian juga untuk mendesign cover dalam di album ketiga tersebut. well, penasaran dengan single terbaru Dead Carnations yang berjudul Menebar Terror bisa kalian streaming dibawah ini. Dont forget for buying original cd, if you really support music underground local. For Fans Origin, You must buy this album next month on 10.10.2014




    Cannibal Corpse persembahkan single kedua "A Murderer's Pact"

    Ikon Death Metal Negeri paman sam America ini semakin mendekati hari perilisan debut full album ke 13 mereka. Number of lucky, yeah mungkin kebanyakan orang menyebutkan bahwa angka tiga belas adalah angka sial namun tidak bagi band seperti Cannibal Corpse. Tepat 16 September nanti Cannibal Corpse siap melepaskan album terbarunya dengan title album "A Skeletal Domain" dibawah naungan Metal Blades Records, selain itu sosok mark lewis sukses memproduseri album ini dan Vincent Locke juga menjadi sosok yang memberi warna lebih sadis melalui kreatifitas artwork tangan kejamnya. Debut full album ke 13 milik cannibal corpse ini akan berisikan 12 lagu yang dikemas secara matang dengan durasi keselurahan 43.52 menit. Sebelum merilis full albumnya, beberapa minggu yang lalu cannibal corpse telah merilis single perdana berjudul "Sadistic embodiment" dan kemarin Cannibal Corpse meluncurkan single kedua mereka berjudul "A Murderer's Pact" yang di ambil dari track ke 6 album A Skeletal Domain. Penasaran dengan aksi Corpsegrinder dan kawan-kawan, bisa kalian streaming via soundcloud dibawah ini.

    Track List
    01. High Velocity Impact Spatter
    02. Sadistic Embodiment
    03. Kill or Become
    04. A Skeletal Domain
    05. Headlong into Carnage
    06. The Murderer’s Pact
    07. Funeral Cremation
    08. Icepick Lobotomy
    09. Vector of Cruelty
    10. Bloodstained Cement
    11. Asphyxiate to Resuscitate
    12. Hollowed Bodies



    Review Album: Mephistopheles - Eternal Suffering

    WAAR Production kembali memuntahkan aroma berbahaya dirilisan ketujuh ini. Mephistopheles menjadi anak ketujuh di Waar Production, band yang berkembang di kawasan Tanjungsari, Sumedang, jawa barat ini baru saja merilis mini album mereka bertajuk "Eternal Suffering". Mephistopheles sendiri dikomandoi oleh Eki (vocal), Sofyan (drum) dan Reza (Guitar), meski hanya bermodalkan tiga personil mereka tetap menyatukan musik brutal death dengan penuh ketajaman serta beat-beat yang sempurna. Debut mini album Eternal Suffering ini mereka kerjakan mulai dari recording, mixing serta mastering dikerjakan di Studio Crows Records.
    Saya akan sedikit mencabik isi Eternal suffering ini, diawali dengan intro berjudul "Insidious" like a title movie yang berdurasi 02.31 menit ini sukses menjadi perkenalan sebelum menuju track kejam selanjutnya. Sudah cukup dengan salam pembukanya, saya langsung dihajar tanpa basa basi dan pikir panjang lagi "Cerebral Palsy" menendang teling saya. Dengan beat-beat cepat serta teknik growl yang easy listening dan disentuh sedikit vocal scream dibelakang membuat lagu kedua ini tidak bosan dinikmati. Track selanjutnya ada "Deprecation", sama dengan sebelumnya lagu ini masih tetap menawarkan sisi vocal growl eki yang catchy serta blasting drum sofyan yang cepat, menuju pertengahan lagu Reza memberikan warna baru di lagu ini yaitu dengan menyisipkan sedekit sentuhan melodi agar lagu ini tidak membosankan menurut saya. lagu keempat mereka menyuguhi "Eternal Suffering", judul lagu yang menjadi title mini album mereka menjadi klimaks dari karya mephistopheles. Tidak perlu berlama - lama, sofyan membuka lagu dengan aksi blasting drumnya serta reza dengan beat-beat gitarnya yang apik. The last song persembahan penutup mini album ini mereka menyisipkan salah satu lagu milik demigod yang berjudul "Cadas Pangeran" dan dalam lagu tersebut Reduan Imanuel Purba sang gitaris demigod menjadi spesial guest untuk mengisi lagu tersebut. Meski terlihat judul dalam bahasa indonesia namun perlu diketahui bahwa lagu cadas pangeran tersebut tertuliskan dalam bahasa sunda, yang menjadi ciri khas bahwa mereka berasal dari jawa barat.
    Dan pada akhirnya 5 lagu tersebut cukup untuk memanaskan telinga dengan alunan brutal milik mephistopheles. Aghy Purakusuma vokalis dari demigod ikut ambil bagian untuk mengurusi cover art album eternal suffering itu. Dengan konsep iblis nereka yang mengikat manusia dengan rantai panas dan kondisi gunung meletus serta api dimana-mana menjadikan cover art ini kita terbawa bahwa mephistopheles akan mengikat pendengar dengan nada-nada berbahaya sebagai rantainya.

    Review Rating : 9/10
    Track List
    1. Insidous (Intro)
    2. Cerebral Palsy
    3. Deprecation
    4. Eternal Suffering
    5. Cadas Pangeran (Demigod Cover)
    Total song : 15.59 Menit

    Review Album : Internal Amputation - Abortus Iminens (2014)

    young and dangerous, internal amputation menjadi sosok talenta muda yang sangat diantisipasi kehadirannya sejak 2010 silam ini. Bangkit dari jawa tengah tepatnya di kawasan kota klaten, band yang digawangi oleh tommy (vocal), Julian (guitar), wahyu (Bass), dan Mongol (drum) ini sukses menyita perhatian saya ketika mereka mengluarkan demo bertajuk Slam gang tahun lalu. Tanpa berpikir panjang, track embrio tak berdosa menjadi track favorit saya untuk mengikuti perkembangan band ini. Tahun 2014 ini bisa dibilang tahun bersejarah bagi Internal Amputation karena hasil perjuangan serta pengorbanan selama kurang lebih 4 tahun mereka membentuk band akhirnya melepaskan debut full album yang dilahirkan oleh rahim WAAR Production. 10 lagu pamungkas mereka kumpulkan dalam sebuah nama Abortus Iminens, sepuluh lagu tersebut dihiasi juga dengan 3 lagu dari demo slam gang yaitu Embiro Tak Berdosa,Human Papillomavirus, dan Defectus In Utero.
    Sedikit saya akan membedah isi dari album Abortus Iminens ini, diawali dengan diagnosis saya seperti didiagnosis akan mati menuju alam slam and brutal milik internal amputation. Sedikit bumbu potongan film menjadi intro diawal lagu Abnormes Genuit, setelah bumbu itu terasa dan tanpa basa basi Tomb menunjukkan sisi ganasnya dengan teknik vocal growl serta beat - beat gitar slam julian membuat kepala saya tidak hentinya ingin berheadbang ria. next song merupakan track kesukaan saya, Embrio tak berdosa.. yeah im a sick man, lagu yang sangat sakit ketika lagu ini menjadi perkenalan saya dengan internal amputation dan lagu ini adalah satu-satunya lagu dalam abortus Iminens yang berbahasa indonesia. track ke empat ada "Human Papilomavirus", track ini juga salah satu track yang ada di demo slam gang milik internal amputation. seperti biasa pengemasan materi diawali dengan sedikit intro potongan film mereka sisipkan didepan untuk rileksasi sebelum mereka membantai telinga saya dengan aksis slam yang cukup brilian tomb dkk sajikan. Menuju pertengahan lagu human papilomavirus ini saya sedikit dibuat enjoy sebentar dengan alunan beat lambat yang dilakukan julian dan wahyu namun tetap mongol beraksi dengan twins bass drum cepatnya. namun selang beberapa menit ke akhir kembali dicincang telinga saya bersama potongan nada slamming mereka. track kelima ada "Defectus in Utero", masih tetap sama track ini juga salah satu dari demo slam gang dan bisa dikatakan track ini keliaran mereka terlihat jelas dengan aksi mainnya yang lebih cepat dari beberapa lagu sebelumnya. well, secara garis besar aransemen yang mereka sajikan sangat mengena nuansa slammingnya dan keselurahan lagu di dalam abortus iminens ini mereka sisipkan potongan suara film pembunuhan. Tema pembunuhan, pembantaian serta kebrutaln mereka hadirkan di album abortus iminens ini. Cover art yang dibuat oleh Sidjimbe Art dengan konsep sadis nan mencabik ini sukses menyempurnakan album tersebut dari segi cover album. Dan pada akhirnya album Abortus Iminens ini wajib berada di rak koleksi cd para pecinta rilisan fisik yang ngakunya full support musik lokal dan slammers di indonesia. 
    Kalian dapat mendengarkan secara penuh 10 track dalam album tersebut dengan membeli karya kerja keras internal amputation hanya dengan harga 45k, dengan harga itu kalian sudah mendukung agar interla amputation tetap mencurahkan kreatifitas serta hiburan telinga metalhead di indonesia. Keep support musick underground indonesia with buy original cd or merch.

    Review Rating : 9/10
    Track List :
    01. Diagnosis
    02. Abnormes Genuit
    03. Embrio Tak Berdosa
    04. Human Papilomavirus
    05. Defectus in Utero
    06. Abortus Iminens
    07. Herpes Genitalis
    08. Klamidia Trachomatis
    09. Kondiloma Akuminata
    10. Gonor

Event