PASUKAN JIHAD WEBZINE

News Update

    Review Album : Critical Defacement - Crime Of The Century (2014)

    Tanah sulawesi selatan tepatnya di Makassar memang tidak seheboh tanah jawa untuk permasalahan musik underground namun untuk band yang satu ini patut diantisipasi kehadiran mereka di negeri ini. Band yang beramunisikan Idol Blasphemy (vocal), Farid Anggara (Guitar), Hendrik (Bass) dan Bahriady (Drum) ini menamai diri mereka dengan Critical Defacement, meski empat anggota tetap Critical Defacement juga mengajak rekan mereka bernama Lhio menjadi additional guitar mereka. I think you never forget.. makanan khas makassar adalah soto makassar, menikmat sebuah sajian makanan memang tidak jauh beda ketika saya mendengarkan secara keseluruhan materi musik critical defacement dalam album yang belum lama ini mereka luncurkan bahkan beberapa hari yang lalu sempat diadakan launching album di tanah sendiri. Album Crime of The Century menjadi title album pertama milik Critical Defacement yang lahir melalui label asal jakarta Brutal Infection Records, album tersebut berisikan 9 materi lagu yang dikemas secara epic bin apik menurut saya. Racikan vocal dengan riff-riff gitar sadis serta blasting drum yang rapi ditambah sound bagus menambah kesempurnaan lagu - lagu dalam album pertama mereka. Di mulai dengan track pertama 'Bloody Face Of Horror' tanpa basa basi lagi sang vokalis idol mampu menyedot telinga saya walau hanya berdurasi kurang dari 2 menit, lagu tersebut cukup pas untuk menjadi awal perjamuan saya bersama crime of the century. Next song saya berjumpa dengan 'Semua pasti Mati', blasting drum yang cepat dicampuri tempo down sedikit untuk rileks sejenak namun tetap dibumbui riff-riff gitar yang khas dan menambah nilai plus lagi ketika membaca liriknya bahwa critical defacement ingin menceritakan tentang sebuah akhir zaman kepada para pendengar melalui lirik yang mereka tuliskan. Dua lagu saya jelaskan mungkin sedekit penjelasan dari lagu milik critical defacement ini, agar kalian mampu mendengarkannya secara keseluruhan dengan membeli cdnya. Namun saya akan sedikit menjabarkan bahwa lagu-lagu mulai track awal hingga akhir kalian akan dijumpai riff-riff gitar cepat dan memiliki khas sendiri dari suaranya yang diolah oleh Farid, blasting drum cepat dikombinasikan tempo down akan dijumapi disetiap lagu serta emosi vocal idol yang sangat ngena sekali hampir dikeseluruhan lagu apalagi track 'Bastard Of Zionism' lagu tersebut dapat menjadi lagu favorit saya di album ini. Sangat wajar sekali ketika album ini mendapat aprisasi penuh oleh para teman-teman metalhead karena musikalitas yang ditampilkan tidak monoton meski sangat jarang bahkan tidak menemukan riff-riff melodi namun critical defacement mampu menciptakan harmonisasi yang epic serta mudah diingat melalui sentuhan gitar Farid. Album yang berdurasi 22 menit 33 detik ini sukses menjadi sejarah bahwa critical defacement mampu bersaing untuk menciptakan sebuah karya - karya yang fenomenal untuk tanah makassar dan indonesia secara luasnya. Untuk masalah cover art tidak perlu diragukan lagi jika mas wahyu aji sang artworker asal blitar ini yang menangi, dengan menggabungkan sedikit warna biru dan merah ditambah art yang luar biasa membuat wahyu aji sukses menyita pandangan saya ketika pertama kali art album ini dipublikasikan oleh Brutal infection records. Jadi jika kalian masih sangat penasaran dengan materi album critical defacement yang dikerjakan di studio Loe Joe Makassar ini, kalian wajib memiliki rekaman fisiknya untuk membantu mereka agar tetap memberikan hiburan bagi telinga para metalhead yang ngakunya 'Support Your Local Scene'.

    Band : Critical Defacement
    Album : Crime Of The Century
    Label : Brutal Infection Records
    Code Rilis : BIR-08-2014
    Style : Brutal Death Metal
    Asal : Makassar, Sulawesi Selatan
    Review Score : 9/10

    Track List
    1. Bloody Face Of Horror
    2. Semua Pasti Mati
    3. Malicious Script In Your Fuckin Brain
    4. Debris of Moral Decline
    5. Crime of The Century
    6. Bastard of Zionism
    7. Slaughter Your Bitch
    8. Drowning in Deception
    9. Ambisi

    Review Album: Inverted - Budak Nafsu Setan [EP] (2014)

    Finaly sebuah karya yang dimuat dalam sebuah album baik mini album bahkan full album mampu menjadi bukti nyata bahwa itulah impian dari membangun band apalagi untuk industri musik underground indonesia yang sampai detik ini masih banyak khalaya menilai sebelah mata. Kali ini band asal Blitar bernama Inverted akhirnya melahirkan sebuah mini album yang berisikan 4 lagu oleh label asal blitar juga yaitu Rotten Records. Tanpa banyak bicara lagi saya akan sedikit mengulas keganasan bangoen dkk yang tergabung dalam inverted ini. Pemanasan sejenak melalui Intro di track awal dengan durasi 2 menit sangat cukup untuk memanaskan kuping saya. okey mas bangoen memberi aba-aba untuk memulai permainan dengan menghempaskan beberapa ketukan di snare drum dan dilepas dengan blasting cepat yang diiringi riff-riff gitar juga. walaupun bukan lagu baru 'Budak Nafsu Setan' track kedua ini mereka kerjakan sejak 2013 lalu namun dalam mini album ini ada sedikit perubahan melalui sound yang lebih rapi. Lagu selanjutnya ini adalah lagu favorit ane karena sebuah kombinasi yang sangat megah ketika nofa vocalis hellhound ambil bagian dalam lagu 'Atas Nama Agama' ini. Racikan blasting drum bangoen yang cukup cepat di awal serta diiringi riff-riff gitar dengan beat slow ditengah-tengah lagu membuat kepala saya ingin headbang sejenak, namun selang beberapa detik beat-beat cepat menendang telinga saya lagi. Last song 'Sangkakala' menjadi lagu penutup dari debut mini album Budak Nafsu Setan ini. Masih seperti biasa bangoen selalu memberikan semangat dengan blasting drum cepat diawal. Akhirnya selesai sudah menikmati sebuah karya dari om bangoen dkk ini, blasting drum yang cepat diiringi riff-riff gitar cepat selalu mewarnai lagu-lagu dalam album tersebut selain itu pengucapan yang pas sesuai lirik dari sang vocal membuat inverted mempunyai point plus dari segi vocal. Dari Segi Art sendiri Inverted mengandalkan karya tangan artworker local yang masih jarang muncul di jejaring sosial sehingga namanya belum cukup dikenal. 'Gepeng' itulah namanya sang artworker yang mengerjakan mini album Inverted - Budak Nafsu Setan, Selain itu Arief Gitaris Tragedi Kereta Jenazah juga turut ambil bagian untuk masalah coloring.

    Band : Inverted
    Album : Budak Nafsu Setan [EP]
    Asal : Blitar
    Label : Rotten Records
    Review Score : 8/10

    Track List
    1. Intro
    2. Budak Nafsu Setan
    3. Atas Nama Agama
    4. Sangkakala


    Distruggere bagikan 'Metafora' secara free


    Tepat minggu 28 september 2014 ini Distruggere band Jakarta metalcore yang dimotori oleh Andi (Vocal), Levi (Guitar), Dito (Bass), dan hary (drum) telah meluncurkan single terbaru mereka berjudul 'Metafora'. Band yang berdiri sejak 2009 ini telah melahirkan beberapa karya yang dimuat dalam sebuah album bertajuk "Passing Unbroken Wall". awal bulan oktober nanti distruggere akan launching single anyar mereka tersebut bersama band - band lainnya dari jawa barat seperti demigod, Devormity, Stigmatuary dan masih banyak lagi. 
    Melalui penuturan sang bassis dito dapat diperkirakan bahwa single metarofa akan ditindak lanjuti sebagai salah satu lagu yang akan berada di album baru mereka."Tema dari metafora itu pembuktian bisa menghadapi segalanya sendiri. Yap metafora salah satu single kami dari full album terbaru kami" ujar dito. 
    Single metafora milik distruggere ini mereka bagikan secara cuma - cuma atau free melalui situs reverbnation pribadi milik mereka.

    Sickles terbitkan video clip kedua berjudul 'Apocalypse'


    Scene madura kembali gempar dengan munculnya video clip kedua dari band Sickles, band madura yang sedang produktif ini salah satu band yang mengangkat scene metal madura bahwa madura tidak bisa diremehkan begitu saja. Setelah sukses mengadakan launching EP 'Series Elite Disaster' beberapa hari yang lalu, akhirnya band ini meluncurkan video clip kedua mereka berjudul 'Apocalypse'. Apocalypse merupakan salah satu lagu yang berada di EP mereka. Penasran dengan video clip Band yang beramunisikan Rony (Bass), Arie Hardianto (Guitar), Muhammad Irsyad (Vocal) dan Haidir (Drum) ini silahkan saksikan dibawah ini.

    Distortion Of Death #3

    NGANJUK METAL FORCE
    Present
    Distortion Of Death #3

    Launching Album
    GEGGAR OTAK
    "Avaricious Creature"
    Sabtu, 25 Oktober 2014
    @Balai Desa Pehserut, Sukomoro
    HTM : 15RB

    Featuring :
    - WAFAT
    - HELLHOUND
    - OSIRIS
    - LARASATI
    - MODOL MOROT
    - RAHANG
    - ABORTUS
    - FEETBACK
    - KARMA INGGIL
    - KIND FOR THEORY
    - APPENDIX
    - ZHEUZS
    - SMACK DOWN
    - KUN FAYAKUN
    - HIGH VOLTAGE
    - VIOLENT SCENES
    - ISOLATED
    - LOW ABILITY
    - ANARKOPHOBIA
    - KAPAL OLENG
    - CRIME WITHOUT VICTIM
    - QUARTER BACK
    - NUMBER 10
    - DISTRIC 88

    Sponsor and Support :
    - NGANJUK UNDERGROUND SOCIETY
    - NGANJUK EXTREME METAL
    - REJOSO BAWAH TANAH
    - BRUTAL INFECTION RECORDS
    - BIGBLACKMAN
    - WESTBENT
    - REDLINE STORE
    - PASUKAN JIHAD WEBZINE
    - PASUKAN MATI BLOG
    - STUDIO 68
    - DNR MUSICK STUDIO
    - MS 10 SINDYCATE
    - ILLUMINATUS ZINE
    - UCUP BAKUL KOPI
    - GOBLOK STREET CAFE

    Band Review : Nisan

    Kotabumi lampung menjadi pusat lahirnya salah satu band thrash metal bernama NISAN. Meski terlihat seperti nama band black metal tapi siapa sangka band yang beramunisikan Agus (vocal), Dodi (Bass), Adi (Guitar), Afan (guitar 2) dan Yogi (Drum) ini ternyata seorang thrasher.
    Band yang berdiri sejak tahun 2000 ini sempat pakum sejenak karena belum menemukan formasi yang paling solid dalam band namun seperti yang saya sebutkan bahwa akhirnya Nisan telah menemukan formasi yang solid berlima itu. Tepat tahun 2013 lalu mereka melepaskan sebuah single berjudul "Darah Tinggi", secara musikalitas segi permainan mereka terinfluence oleh band seperti sepultura dan pantera. Penasaran dengan single dari band thrash metal kotabumi ini, bisa kalian dengarkan dan nikmati lagunya dibawah ini.

    Official Social Media :
    Facebook : NISAN
    Twitter : NISAN
    Soundcloud : NISAN
    Reverbnation : NISAN

    Fadihat akan rilis ulang album ke dua

    Era 90'an menjadi era lahirnya Fadihat band asal ibu kota jakarta yang beramunisikan Yengky (vocal), Hery (Guitar), Indra (Bass), dan Iboy (drums). Band yang sering bongkar pasang skuad ini telah memuntahkan 3 album yaitu I'm Your Blasphemy, Sick Vagina Hole, dan Addicted To Kill pada 2012 lalu. Seiring perkembangan era modernisasi saat ini membuat label yang mengurusi fadihat berencana merilis ulang debut full album ke dua milik fadihat - Sick Vagina Hole dalam bentuk cd. Album kedua milik fadihat sendiri dirilis oleh UnFlesh Production yang berisikan 10 lagu termasuk cover dying fetus "Kill Your Mother and Rape your dog" dalam bentuk cassette. Meski saat ini banyak label-label yang berlomba merilis full album ataupun EP dalam bentuk cassette, tapi tidak untuk dead rebel records.

    Melalui akun facebook resminya Fadihat menjelaskan "Sebelum memuntahkan debut full album ke empat yang terbaru dari fadihat, kita akan merilis ulang terlebih dahulu dalam format cd full album ke2 dari fadihat yang pada tahun 2002 lalu dirilis oleh UnFlesh Production dalam format Cassette". Selain itu sang juragan dead rebel records juga menambahkan bahwa album ke dua tersebut tidak hanya di rilis ulang tap di re-mastering & re-mixing, jadi bisa dipastikan kualitas sound akan lebih nendang dari versi cassette yang lahir 12 tahun silam itu. Wait..!! this is not porn band but pure brutal death metal. Dont judge a band from the cover before your listen they are music and performance
    (writed by jihad al ghifari)


    Sumber Foto : Facebook


Event