Review Album : Radang - Konsorsium Intelegensi (2015)

Cepat dan Berbahaya, dua kata itu cukup mendeskripsikan musikalitas band satu ini. Radang, band technical death metal mematikan asal medan yang beramunisikan Dedek (guitar), Andre Agasi (drum), Hafis (Guitar), dan Roberto (Vocal) ini baru saja merilis ulang debut mini album Konsorsium Intelegensi. Album tersebut sempat dirilis pada 2012 lalu, dan kini tepat di februari 2015 Hitam Kelam selaku label dan distributor cd – cd band local akhirnya merilis kembali debut mini album tersebut dengan lebih berbeda dari segi artwork dan logo band. Meski tahun kemarin band tersebut sempat menjadi kontroversi mengenai logo mereka, hal itu tidak menyurutkan Hitam Kelam untuk merilis ulang karya-karya mereka yang patut didengarkan kembali dalam bentuk rilisan fisik. Tanpa basa basi lagi, saya akan sedikit mengusik track by track karya mereka yang dikemas dalam Konsorsium Intelegensi. 

Pemanasan sebentar mendengarkan “Intro” yang hanya berdurasi 30 detik namun sudah menyuguhkan nuansa – nuansa technical yang sangat cepat dipermainkan oleh masing – masing personil. “Agresi Ostentasi” tanpa pikir panjang lagi Radang langsung menghajar telinga saya dengan aroma technicalnya, menit-menit pertengahan track tersebut kita akan disuguhkan permainan melodius yang cukup nikmat untuk didengarkan. Seperti tanpa ada istirahat saya dihentakkan kembali dengan “Konsorsium Jahiliah”, track yang penuh kejutan akan dipublikasikan lewat track ketiga ini. Nuansa bass dengan alunan jazz progressive dimainkan oleh dedek cukup memikat perhatian saya. Aroma-aroma technical dari gitaris mereka mengawali detik – detik awal lagu “Abaddon” dan dilanjutkan hyperblasting kejam nan cepat dimainkan Andre membuat track ini semakin liar. Seperti track sebelumnya, ditengah-tengah lagu Abaddon bumbu-bumbu melodius kembali diperdengarkan kepada kalian semua yang mendengarkan karya-karya dari radang. Mendekati klimaks mini album ini, Radang semakin banyak memberikan musik – musik yang semakin liar salah satunya “Degradasi Illahi”. Track tersebut lebih terdengar indah ketika memasuki menit ke 2, dimana nuansa melodi yang santai namun berangsur semakin cepat yang diikuti blasting drum andre yang mampu mengiringi dengan sempurna. “Arogan Abdikasi” sebuah karya yang sangat arogan penuh dengan arogansi para pemain dimana beat-beat yang liar serta blasting drum yang sangat ngebut cuma beberapa saat saja menurunkan tempo dan tidak lupa racikan melodic diselipkan sebagai cita rasa kesepurnaan lagu arogan abdikai. The last song from Konsorsium Intelegensi, klimaks dari semua track yang ada “Ordo” menjadi ujung tombak dari mini album ini. Musikalitas dengan irama technical sejak detik pertama menghantarkan saya semakin penasaran dengan akhir dari lagu tersebut. Lagu ini sangat cepat dan liar dengan irama melodic menghantui beberapa baitnya, serta hyperblasting yang mematikan masih menjadi senjata ampuh untuk menunjukkan nuansa death metalnya. Well, nuansa-nuansa technical nan cepat ala brain drill dan Origin yang dikemas menjadi satu akan menghajar telinga kalian melalui karya yang dikemas dalam rilisan fisik bertajuk “Konsorsium Intelegensi” ini. Irama-irama melodius akan banyak ditemukan dalam mini album ini, serta hyperblasting yang sangat mematikan akan disuguhkan dan vocal exhale Roberto cukup sempurna untuk ukuran musik technical.

Tidak salah jika Hitam Kelam merilis ulang karya gila seperti radang, musikalitas yang wajib diacungkan jempol dengan kualitas mixing and mastering bagus dari Rio Insidious Soundlab. Cover art menjadi nilai tersendiri bagi sebuah album untuk memikat perhatian para kolektor cd, Aditia Wardhana berhasil mengeksekusi cover art Konsorsium Intelegensi dengan sesuai tema musik radang yaitu technical death metal. Dan terakhir saya ucapkan terima kasih kepada Hitam kelam untuk rilisan fisik yang luar biasa ini, For fans origin and brain drill you must buy this album. Only Physical records as real support music local…

Track List
1. Intro
2. Agresi Ostentasi
3. Konsorsium Jahiliah
4. Abaddon
5. Degradasi Illahi
6. Arogan Abdikasi
7. Ordo
8. Outro

Rate : 8.5/10

Post a Comment

0 Comments