Review Album : Rusuah - Hitam Putih

Rusuah unit black metal asal pekanbaru ini baru saja bulan lalu menelurkan album ke lima bertajuk “Hitam Putih”. Entah ini kebetulan atau disengaja, angka lima menjadi angka keramat bagi sang label Hitam Kelam ataupun sang band sendiri, dimana Rusuah – Hitam putih merupakan rilisan ke lima dari label hitam kelam dan album kelima pula bagi rusuah serta dirilis pada bulan ke lima. Abadi Erlangga, pelaku dibalik semua kegilaan dalam hitam putih yang berhasil menciptakan 9 karya black metal dengan aransemen musik yang sangat easy listening untuk takaran black metal.

“Gloomy” nada – nada gitar classic yang dipetik dengan penuh hikmat menghantarkan saya ke nuansa hitam kelamnya kehidupan selama hampir dua menit, sampai akhirnya “Ant” menunjukkan wujud aslinya. Komposisi musik di track kedua ini sungguh memikat telinga, dari sekian banyak musik black metal yang saya dengarkan track ini sangat balance antara instrument satu dengan yang lainnya bahkan artikulasi pengucapan liriknya pun terdengar sangat jelas. Ant merupakan singkatan dari Atas Nama Tuhan, itulah sepenggalan lirik yang tercatat dalam lembaran kertas cover album Hitam putihnya rusuah. “Masih Disini”, diawali dengan nuansa kelam mencekam didetik awal sampai akhirnya abadi menerpa kegelapan lewat beberapa part berbahayanya yang dibaluti nada symphonic black metal dan sedikit backing vocal ditengah track ini menambah kesempurnaan track ketiga untuk masih disini. Down to up tempo menjadi karakteristik “Melawan Dunia”, ada hal yang menjadi nilai tambah favorite saya adalah unsur keyboardnya yang menawan seakan tak pernah habis menggempur telinga saya. “Drown” aransement musik syahdu dengan aroma gelap dan tidak sedikitpun menempatkan kecepatan penuh, ya walaupun berdurasi lebih lama dari track sebelumnya. Pada akhirnya “Bukit Sunyi” menyudahi santai – santai di drown, saatnya melahap habis kesunyian yang ada. Track ke enam ini abadi sepertinya lebih liar, sedikit menyelipkan sentuhan melodic guitar diiringi tempo cepat membuat track bukit sunyi sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan dari tempo permainan lebih cepat dan bersemangat. Nada petikan gitar sederhana nan lembut mengawali “My Life”, wait itu cuma diawal dan tidak diragukan lagi abadi memang jenius untuk mengolah musik black metal yang dibaluti sentuhan symphonic. Riff-riff gitar berat seperti black metal pada umumnya masih mendarah di track my life. Jelang akhir Hitam Putih, inilah kehancuran yang sesungguhnya ketika abadi mengajak Arester untuk berkolaborasi maka jadilah aransemen musik yang sangat cepat, gila, dan mengejutkan selama empat menit dalam track “Kehancuran Kiblat”. Untuk track terakhir berjudul “Bless Me Ibliss” seperti kalian telah menemukan jawabannya sendiri karena lagu ini telah dapat kalian dengarkan lewat reverbnation rusuah.

Sedikit review diatas merupakan murni dari telinga saya sebagai penikmat bukan pengamat musik. Cover art dalam album ini sangat simple dengan menempatkan seorang pria yang diikat kain berwarna putih dan warna hitam menjadi backgroundnya, maka jadilah HITAM PUTIH. Secara keseluruhan, track by track dalam Hitam putih ini memiliki nilai tersendiri karena berbeda dari musik black metal yang lainnya. Unsur-unsur symphonic, artikulasi vocal yang jelas, dan sangat seimbang instrument yang dimainkan hingga tidak ada kebut-kebutan. Saya rasa Hitam kelam masih mempertahankan dengan tidak pernah mengecewakan rilisan-rilisannya dari awal sampai yang terbaru.

Track List
1. Gloomy
2. Ant
3. Masih Disini
4. Melawan Dunia
5. Drown
6. Bukit Sunyi
7. My Life
8. Kehancuran Kiblat Kefanaan (feat Arester)
9. Bless Me Ibliss (Bonus Track)

Band : Rusuah
Album : Hitam Putih
Asal : Pekanbaru
Label : Hitam kelam
Code : HKCD005
Rate : 9/10

Post a Comment

0 Comments