Submit 143 merupakan band yang berasal dari Palembang yang mengusung genre POP PUNK. Terbentuk pada pertengahan tahun 2021, band ini digawangi oleh Rizky (vocal & Gitar), Irvan ( Lead Gitar), Kiki (Bass), dan Panca (drum). SUBMIT 143 Terbentuk dari teman masa kecil yang ingin menyatukan kesamaan dalam sebuah karya yang ternyata memiliki korelasi terhadap apa yang sama-sama mereka hadapi yaitu percintaan.
Kini, Submit 143 kembali menyapa pendengar dengan merilis single terbaru berjudul “Sorry”, sebuah karya yang menggambarkan rasa kehilangan, penyesalan, dan sulitnya melepas seseorang yang pernah begitu berarti. Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform musik digital mulai hari ini.
“Sorry” menghadirkan nuansa emosional yang kuat, dengan lirik yang jujur dan menyentuh, mencerminkan perasaan yang sering kali sulit diungkapkan. Lagu ini menjadi representasi dari pengalaman yang mungkin pernah dirasakan banyak orang, namun tidak selalu bisa diungkapkan secara langsung.
“Lagu ini kami buat sebagai bentuk ungkapan dari perasaan yang tertahan tentang kehilangan seseorang yang pernah sangat berarti, dan penyesalan yang datang belakangan,” ungkap Submit 143.
Hilman (Produser) menambahkan: “Secara kreatif, lagu ini dibangun dari pendalaman emosi dan lirik yang jujur sesuai pengalaman Rizky sang vokalis itu sendiri. Struktur, aransemen, dan dinamika lagunya disusun dengan rapi supaya pesan dan maknanya bisa sampai ke pendengar dengan kuat. Rizky juga ingin kemasan akhirnya seimbang, tidak terlalu modern dan tidak terlalu old school. Kesimpulannya, lagu ini adalah kisah cinta sederhana yang nyata, dengan lirik yang dalam, sentuhan musik yang mudah melekat di telinga, dan memberi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan dengan perasaan masing-masing.”
Dengan aransemen yang mendukung suasana melankolis serta pendekatan produksi yang intim, “Sorry” dibangun untuk menciptakan koneksi emosional yang kuat antara lagu dan pendengar.
Melalui perilisan “Sorry”, Submit 143 berharap dapat menyampaikan pesan bahwa tidak semua perasaan harus diungkapkan secara sempurna terkadang, cukup dirasakan dan dipahami.