Toean Gembira Rilis Single Kedua “Selamat Tinggal Si Rambut Gondrong” Kisah Tentang Melepaskan untuk Melangkah ke Fase yang Baru

Toean Gembira Rilis Single Kedua “Selamat Tinggal Si Rambut Gondrong” Kisah Tentang Melepaskan untuk Melangkah ke Fase yang Baru

Setelah sebelumnya kami membuka perjalanan lewat “Hai Nona”, di single kedua ini kami ingin bercerita lebih dekat, lebih personal tentang fase hidup yang mungkin sederhana, tapi dialami banyak orang. Single ini menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan musikal kami yang tidak hanya merayakan keroncong sebagai tradisi, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi lintas gaya.

“Selamat Tinggal Si Rambut Gondrong” mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak mahasiswa, momen ketika seseorang harus merelakan rambut gondrongnya dipotong, setelah kurang lebih empat tahun dipertahankan semasa kuliah demi menghadapi fase baru, yaitu sidang skripsi dan kehidupan setelahnya. Sebuah momen yang terlihat sederhana, namun menyimpan makna yang dalam, tentang kehidupan, tentang keberanian untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai, demi melangkah menuju masa depan yang lebih besar.

Lebih jauh, lagu ini juga berbicara tentang mimpi dan cita-cita yang sering kali terasa kusut dan penuh ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, keyakinan menjadi hal yang harus terus dijaga agar seseorang tetap dapat melangkah dan mencapai apa yang diinginkan. 

Di bagian akhir reff lagu ini, terdapat pesan yang sederhana namun kuat “kata si mamah juga jangan suka bohong”. Awalny
a ini cuma permainan rima dari “rambut gondrong”. Tapi ketika kami tulis dan nyanyikan, kalimat ini justru terasa jadi pengingat yang jujur, bahwa dalam proses kita mengejar apa pun, kita sering lupa hal paling dasar yaitu bersikap baik dan jujur, terutama kepada orang tua.

Secara musikal, kami menghadirkan pendekatan yang cukup berbeda dari rilisan sebelumnya. Jika pada “Hai Nona” mereka mengusung nuansa bossa/samba yang cenderung mengayun, pada single kedua ini kami melakukan eksplorasi dengan mengadaptasi energi beat punk yang cukup upbeat ke dalam kerangka musik keroncong. Eksperimen ini kemudian diperkaya dengan pergeseran gaya di bagian akhir lagu, di mana nuansa punk tersebut bertransformasi ke dalam nuansa tradisi dengan sentuhan kendang Sunda serta elemen lick Betawi yang dimainkan oleh section melodi.

Melalui pendekatan ini, kami berupaya memperluas perspektif bahwa keroncong tidak harus selalu identik dengan tempo yang lambat atau pakemnya tersendiri.. Sebaliknya, keroncong dapat menjadi medium yang fleksibel dan relevan, mampu beradaptasi dengan berbagai gaya musik tanpa kehilangan identitas dasarnya.

Dengan “Selamat Tinggal Si Rambut Gondrong”, kami tidak hanya merilis sebuah lagu, tetapi juga menawarkan refleksi tentang fase hidup, keberanian untuk berubah, serta pentingnya nilai-nilai sederhana yang sering terabaikan.

📩 Kontak Media:

Email: rimasynergyglobal@gmail.com

Instagram: @toeangembira

Contact: +62 851 6119 0941 (Farhan)

Posting Komentar

Related Posts