Melalui “Hati dan Logika”, Yoko Pratama (vokal), Fajar Bagus Anoraga (gitar lead), Kelfin Jaya (keys), Tian Fathur “Echi” (gitar rythm), Aziz Ali (bass), dan Eduward Bate (drum) mencoba menelusuri ruang batin manusia yang terjebak di antara rasa dan pikirannya sendiri. Sebuah keadaan ketika manusia begitu dalam menghayati persoalan duniawi melalui hati, seperti terus merasa sakit tak berkesudahan, dan di saat yang sama juga mencoba memahami pola semesta dengan pertanyaan-pertanyaan spiritual melalui logika. Dari titik itulah kegelisahan lagu ini lahir.
“Untuk latar belakang tema “Hati dan Logika”, sebenarnya single ini berdasarkan kisah nyata personil kami, yaitu drummer kami,” ujar Bagus.
Secara lirik, “Hati dan Logika” menggambarkan pergulatan batin antara perasaan dan logika yang perlahan membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri di tengah pikirannya. Namun, lirik “aku kalah” dalam lagu ini bukan dimaknai sebagai akhir, melainkan bentuk penerimaan bahwa tidak semua hal harus dimenangkan agar seseorang bisa kembali melanjutkan hidupnya.
“‘Hati dan Logika’ terinspirasi dari pengalaman pribadi aku saat menghadapi pergulatan antara perasaan dan logika hingga kehilangan arah. Tapi lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan bahwa ‘aku kalah’ adalah bentuk penerimaan untuk bisa melanjutkan hidup,” ujar Eduward.
Secara musikal, “Hati dan Logika” dibangun lewat petikan gitar dan lapisan piano yang intim untuk menghadirkan nuansa reflektif, dingin, dan sunyi, seolah membawa pendengar masuk ke ruang batin seseorang yang tengah berbicara dengan dirinya sendiri. Dari sisi lirik, lagu ini menggambarkan pergulatan antara hati dan logika melalui sudut pandang personal, sementara vokal latar mempertegas emosi kalah, ragu, dan penerimaan yang tumbuh perlahan di dalamnya. Lagu ini juga menjadi awal eksplorasi emosional Lakuna menuju album perdana mereka, “Epiprolog”, yang akan merangkum perjalanan manusia saat menghadapi kehampaan, kehilangan arah, hingga proses berdamai dengan dirinya sendiri.
Lagu ini ditulis oleh Yoko Pratama dengan komposisi musik yang dikerjakan oleh Tian dan diproduseri oleh Kelfin Jaya. Pada proses penggarapannya, Yoko Pratama turut mengisi vokal utama, Tian Fathur pada gitar akustik rhythm dan Fajar Bagus mengisi lead guitar. Sisi visual rilisan dipercayakan kepada Dimas (@midjourneyy_) untuk fotografi dan Rachma Yulia (@gracefullia_) untuk pengerjaan artwork. Seluruh proses rekaman dilakukan di Kamaya Studio, sebelum akhirnya melalui tahap mixing dan mastering oleh Gigih Praseta di AA Studio. Lakuna juga berkonsultasi dengan Aril dari Mati di Saturnus. Produksi “Hati dan Logika” berlangsung selama bulan Oktober 2025 hingga November 2025
“Proses pengerjaan rilisan ini berlangsung dari Oktober hingga November 2025. Sejauh ini tidak ada kendala berarti dan semuanya berjalan cukup lancar. Untuk penggarapan gitar akustik, kami juga banyak terbantu lewat beberapa masukan dari Aril Mati di Saturnus,” ujar Bagus.