Masticate to Eyes membawa benang merah tentang semangat yang tidak pernah padam ditengah kesibukan mereka. Sebuah penegasan bahwa mereka masih berdiri, bernapas liar, dan siap menghancurkan segalanya lewat dentuman Deathmetal yang bengis.
Proses pengerjaan album ini dimulai sejak tahun 2021. Seperti ritual mereka sebelumnya, seluruh materi dipersiapkan dengan matang sebelum akhirnya dieksekusi di dapur rekaman. Namun di balik intensitas dan kehancuran yang dituangkan dalam album ini, tersimpan banyak cerita yang menyenangkan — tentang tawa, persahabatan, dan kebahagiaan karena masih bisa terus berkarya bersama. Salah satu momen yang paling berkesan bagi mereka adalah dipertemukan dengan Coach Deni Lisain (BrutalMind Records).
Sesi rekaman dilakukan di Volcanic Studio - Kediri dengan pendekatan produksi yang lebih padat, brutal, dan agresif. Sementara untuk karakter musiknya, banyak menyerap pengaruh dari nama-nama besar seperti Gorgasm, Disavowed, Suffocation, Pyaemia, Cannibal Corpse, hingga Cryptopsy. Seluruh influence tersebut dilebur menjadi identitas Masticate to Eyes yang lebih buas, pekat, dan tanpa kompromi.
Visual sampul album dikerjakan oleh Jon Zig, menghadirkan interpretasi visual yang merepresentasikan atmosfer album secara mengerikan. Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Ultra Organic untuk menghasilkan karakter suara yang masif dan menghantam tanpa ampun.
Setelah perilisan album ini, mereka telah menyiapkan rencana untuk menjalani tour dan sembari merancang materi baru untuk rilisan berikutnya. Karena bagi mereka, api ini akan terus membara di semua titik.
Masticate to Eyes bukan hanya album, ini adalah peringatan bahwa Tenggorokan masih haus berkarya dan belum selesai mencabik-cabik adrenaline.

