eleventwelfth, band alternative/math rock/emo asal Jakarta, telah menjadi salah satu pelopor musik math rock di Asia Tenggara selama lebih dari satu dekade. Debut mereka pada 2023, SIMILAR — yang masuk sebagai salah satu Album Terbaik 2023 — menampilkan Mario Camarena (CHON) pada lagu "KALA", yang meraih nominasi Anugerah Musik Indonesia 2023 untuk Produksi Instrumental Terbaik. Setelahnya, mereka merilis rework kolaboratif bertajuk DIFFERENT — yang menjadi lawan kata dari SIMILAR — menampilkan Perunggu, Morgensoll, Littlefingers, Mardial, White Chorus, Matter Mos, Individual Distortion, In Inertia, Reruntuh + Gulf of Meru, Enola, Murphy Radio, dan Namoy Budaya. Proyek ini meraih nominasi Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk Artis Jazz Alternatif Terbaik melalui lagu "ka/la (Littlefingers ver.)," dan menjadi bukti evolusi mereka yang terus melampaui batas genre, sekaligus menutup babak ini sebelum mereka bergerak menuju proyek paling ambisius mereka hingga saat ini.
Hari ini, eleventwelfth resmi mengumumkan album kedua mereka, "11", yang akan dirilis pada 26 Juni 2026 melalui Angular//Momentum Records. Album ini adalah bagian pertama dari album sophomore naratif dua bagian, dengan bagian penutupnya, "12", akan menyusul akhir tahun ini. Jika "11" mewakili langit biru, maka "12" akan mewakili lautan biru — dua bagian dari satu cerita yang sama.
"11" menggambarkan dialog antara seorang protagonis dan alam bawah sadarnya tentang mengejar mimpi, pengorbanan, dan melepaskan, yang diceritakan lewat metafora penerbangan. Dalam 11 lagunya, album ini mengikuti perjalanan sang protagonis dari lepas landas, melewati turbulensi, hingga menghadapi konfrontasi dengan dirinya sendiri — semua yang harus ia tinggalkan demi mengejar sesuatu yang masih di luar jangkauan. Di lagu kelima, "fear of what's beyond - ACT II : The Confrontation," dan lagu keenam, "navigate - ACT II : The Middle (feat. Biru Baru)," Biru Baru hadir sebagai sosok bulan yang diam-diam mengawasi perjalanan sang protagonis.
eleventwelfth dikenal sebagai salah satu band yang membawa midwest emo dan math rock ke pendengar yang lebih luas di Indonesia. Namun, di "11", mereka justru melangkah menjauh dari suara itu, menggantinya dengan sesuatu yang lebih berat dan sintetis, memadukan post-hardcore, math rock, IDM, dan glitch yang melebur menjadi satu. Riff berbasis sampel bercampur dengan instrumen live, dan vokal bergerak bebas antara nyanyian melodik dari vokalis Rona dan teriakan dari basis Tir — sosok alam bawah sadar yang muncul di sepanjang album. Seluruh proses produksi digarap oleh FA Poetra Tiarda. Hasilnya adalah rekaman yang ikut mencerminkan cerita di dalamnya: tentang meninggalkan yang familiar untuk mengejar sesuatu yang lebih jauh.
Tiga single sudah dirilis lebih dulu sebagai gambaran awal dari album ini: "ascending faster than before - ACT I : The Beginning," "to fathom the throes - ACT III : The End" yang sepenuhnya elektronik, dan "last here all alone - ACT III : The Return" yang lebih mengandalkan gitar. "far away from here - ACT I : The Setup" turut hadir sebagai lagu utama, menandai titik kedua dalam tracklist. Keempat lagu ini sudah tersedia dalam bentuk video di kanal YouTube resmi eleventwelfth: official music video untuk "ascending faster than before," disutradarai oleh Rama Florenza, dan animated lyric video untuk tiga lagu lainnya, semuanya disutradarai oleh Robonggo.
Artwork dari album "11" digarap oleh Tejyet, menampilkan langit dengan gradasi biru gelap, dengan bulan yang berdiri sendiri dan awan yang menyebar di sekitarnya. Tekstur yang muncul di sepanjang artwork ini ikut membangun atmosfer album, sejalan dengan perjalanan sang protagonis menyusuri langit malam.
.jpeg)