Pengaruh musik alternative rock banyak diadopsi oleh band yang beranggotakan Bagas Yudhiswa (vokal/gitar), Putra Vibrananda (bass/vokal), dan Yanuar Ade Laksono (drum) dalam single terbarunya. Bagas sebagai penulis dan pencipta lagu mengungkapkan kejenuhannya pada eksplorasi genre yang ia lakukan di single-single terdahulu. Hasilnya ia banyak bereksperimen dan melakukan modifikasi berkali-kali hingga akhirnya “Chew It All” tercipta dan lahir ke dunia.
“Chew It All” mengisahkan tentang sebuah penerimaan dan babak penutup setelah menghadapi sebuah kesusahan. Menelan kegetiran dan mencoba sekuat tenaga untuk bangkit, ketidakberdayaan setelah terhantam musibah pun akhirnya harus tetap dihadapi. Dibantu oleh Iqbal Febrian dari Yallfears, sebuah artwork yang menunjukan foto rontgen paru-paru yang sesak menjadi visualisasi sampul untuk lagu berdurasi 3 menit 4 detik itu.
Mixing dan mastering lagu ini dilakukan sendiri oleh Bagas dan memakan waktu kurang lebih 3 bulan dan berbagai penyesuaian, hingga semua personel sepakat untuk merilis versi yang paling mereka sukai untuk dilahirkan di dunia. Sebuah sajian audio visual juga nantinya melengkapi perilisan ini yang menjadi ‘hadiah’ dari Beeswax untuk para pendengar yang telah setia menantikan karya terbaru mereka. Dirilis 2 hari sebelum penampilan perdana mereka di festival musik Pestapora, lagu ini juga tentu saja akan dibawakan secara live di set mereka pada festival tersebut dan juga gigs mereka berikutnya.
Lebih lanjut, Beeswax juga berjanji untuk semakin produktif di kuartal terakhir tahun 2023 ini dengan merencanakan adanya beberapa karya lagi di bulan-bulan berikutnya seperti single ataupun album. Sementara mematangkan konsep dan eksekusi, semoga semesta merestui dirilisnya karya-karya band asal Jawa Timur ini di masa mendatang. “Chew It All” dapat dinikmati di berbagai layanan streaming digital favoritmu seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, Tiktok Music, Deezer, Treble, dan masih banyak lagi.

0 Komentar