Instrumen-instrumen yang digunakan sangat dipengaruhi oleh band-band rock Jepang dan shoegaze seperti Asian Kung Fu Generation dan Supercar, dan dirancang untuk membantu memunculkan perasaan sedih. Hal ini terutama terlihat ketika mendengarkan tema utama lagu yang dimainkan dengan gitar utama. Contoh lain dari pilihan desain yang rumit adalah dalam vokal, di mana suara pria dan wanita berinteraksi dengan cara yang berbeda sepanjang lagu. Misalnya, dalam pre-chorus, mereka berperan sebagai pemikiran yang saling bertentangan dalam pikiran narator, mengungkapkan perjuangan internal.
Tamago adalah grup musik indie pop/rock alternatif beranggotakan 6 orang yang berasal dari kota Tangerang Selatan. Dimulai dengan rendah hati sebagai band cover sekolah menengah yang dibentuk untuk mengisi acara sekolah, band ini memutuskan untuk membuat musik sendiri dan merilis Walls and Empty Rooms, single pertama mereka di tahun 2017.
Pada tahun 2018, lagu-lagu Tamago mulai menjangkau peminat dari luar lingkaran mereka dan pendengar internasional melalui spotify, yang memperkuat keinginan grup untuk bermusik secara serius. Maju cepat ke tahun 2023, ikatan dan komitmen yang ada antara anggota band tetap tak tergoyahkan dengan EP dan 11 single di bawah repertoar mereka.

0 Komentar