Kembali ke lagu ini, Manaditara mengungkapkan, “Jika ‘Delusion’ adalah tentang terpaksa melepaskan, maka ‘Fears’ adalah after-effectnya.” Secara spesifik, ia ingin menggambarkan segala kekhawatiran yang berasal dari masa lalu, yang membuatnya takut mengatakan hal-hal yang seharusnya ia katakan. Baca saja liriknya:
“But why telling is so hard
Acting like it's all right
yet it's so hurting inside.”
Secara musikal, lagu ini diaransemen secara pelan namun megah. Sebagai penggemar K-Pop, Manaditara mengaku banyak terinfluens dari aransemen-aransemen ragam musik tersebut. Outputnya jelas, sebuah tembang yang mengalun sendu, cocok menemani segala melankolia terutama untuk mereka yang punya pengalaman serupa.
Lagu ini diproduksi secara mandiri oleh Manaditara. Ya, pria bernama asi Aditia Pramana Putra itu menggubah, mengaransemen, memproduksi, dan merekam lagu ini sendiri. Proses mixing-masteringnya diserahkan kepada Yasa Wijaya dari Vamos31 Music Video, Malang.
Single ini dirilis oleh Soundjana Creative, label musik dari kota Kediri. Rencananya, “Fears” akan masuk dalam album debut Manaditara yang rencananya akan dirilis pada tahun 2024.
0 Komentar