Tak ada batas tegas antara gelap terang; tak ada pembeda antara suka dan duka; keduanya menyatu, lebur dalam aliran notasi yang memberikan kesan sinematik. Nomor “Fifteen in Aries”, “Quiet Trip” dan “Sun and Moon” menyajikan keindahan dalam sapuan bebunyian yang lentur serupa haiku.
Kehadiran First Breath After Coma menjadi pembeda dalam geliat skena musik Sulawesi Utara yang sedang didominasi oleh musik hardcore, punk dan metal. Melancholy and Beautyfall Exulansis direkam dan melalui proses mixing-mastering oleh Firman Pakaya di Alterego Studio Bitung. EP ini dirilis oleh Earthquake Records dan telah tersedia di berbagai kanal digital streaming.
.jpg)
Posting Komentar