Advertisement

Responsive Advertisement

Alter\Ego Rilis Single 'Silit Pitik' Representasi Kemarahan Rakyat Pada Pemerintah


Pada akhir tahun 2025, ALTER\EGO kembali memberi kejutan merilis karya baru berupa single/satu lagu berjudul 'Silit Pitik'. Padahal pada Oktober 2025 lalu mereka juga baru saja mengeluarkan album 'Reaksi Kimia' setelah lama tidak muncul manggung atau merilis apapun. Mungkin sah, jika kini menyebut mereka sebagai salah satu grup band mitos dari Jogja.

'Silit Pitik' diciptakan oleh Nova Abdillah alias Artzex secara spontan merespons keadaan. Lagu ini juga jadi karya pertama ALTER\EGO yang ditulis dengan bahasa Jawa. Sebagian terinspirasi dari pepatah Jawa kuno yang masih relevan untuk generasi hari ini, 'We wok de tok not onli tok de tok'.

Menurut Artzex, 'Silit Pitik' adalah bentuk ekspresi kekecewaan dan kemarahan rakyat terhadap para penguasa/pejabat korup di satu negara yang tidak kompeten dalam menjalankan roda pemerintahan. 

"Siapa yang tidak marah melihat sistem kinerja pemerintah sejauh ini? Lalu puncaknya adalah ketika warga protes ke jalan untuk perubahan, aparat bersikap represif. Ratusan orang luka-luka, bahkan belasan nyawa melayang," ujar Artzex mengawali.

Dari semua rentetan peristiwa itu, bukan tanpa alasan jika banyak warga masyarakat merasa makin muak terhadap kelakuan para pejabat negara. ALTER\EGO merasa perlu mewakili keresahan ini melalui lagu protes dengan singkat, jelas, dan padat.

"Stay nesu, tetaplah marah pada pemerintah yang zalim pada rakyatnya, juga kepada aparat yang selalu menciptakan horor dan rasa tidak aman pada warganya. Jangan lelah bersuara sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat benar-benar terwujud," kata Anshar Aziz menambahkan.

Mengenai proses pembuatannya, lagu 'Silit Pitik' digarap dengan cepat, bahkan menjadi satu-satunya lagu ALTER\EGO yang direkam tanpa proses workshop atau latihan terlebih dahulu. Draft mentah Artzex dikirim kepada Agib Tanjung dan Anshar Aziz, lalu disempurnakan bersama oleh Bagoes Kresnawan dan Elang Nuraga.

Bagoes Kresnawan merekam drum di GAS Studio pada bulan September, dua minggu setelah demonstrasi besar-besaran di Jakarta dan kota-kota lainnya. Proses rekam merekam drum dikawal oleh Hero Aditya sebagai teknisi suara.

"Pada era digital seperti sekarang, justru makin memudahkan musisi untuk berkarya, termasuk kami. Saling berkirim data bisa dilakukan kapan saja, proses kreatif bisa dilakukan di mana saja," ujar Anshar Aziz.

Selain drum, untuk instrumen bass yang mainkan oleh Agib Tanjung, gitar yang dimainkan Ancal, dan vokal yang dinyanyikan Artzex, semuanya direkam dalam kurun waktu dua jam saja di Neverland Studio pada bulan Oktober. 

"Kemudian untuk proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Ardhani Leo pada bulan November di Neverland Studio. Juga di bulan yang sama, Wawa Kzk menggambar artwork untuk 'Silit Pitik'," pungkas Artzex.

Lagu 'Silit Pitik' sudah tersedia di gerai-gerai musik digital sejak 5 Desember 2025. Lagu ini juga sekaligus kado ulang tahun ke-15 untuk ALTER\EGO serta ditujukan secara khusus untuk Egosentris, teman-teman pendukung setia ALTER\EGO sejak dulu sampai sekarang.



Posting Komentar

0 Komentar