"EP Part 1 atau bagian pertama ini kami rilis pada pertengahan Maret 2026, sedangkan untuk Part 2 rencananya akan kami lepas pada pertengahan tahun 2026," ujar Fajar Handhika mengawali. Mini album 'Sekali Lagi' ini berisi tiga lagu. Lagu pertama adalah 'Sekali Lagi', kedua adalah 'Arah Pulang', dan ditutup 'Should We Dance?' sebagai lagu ketiga. Uniknya, HIRA merasa tidak perlu mengedepankan satu lagu dari EP tersebut untuk menjadi single andalan.
"Kenapa harus kami bagi menjadi dua? Karena kami ingin pendengar HIRA bisa lebih fokus dengan pesan-pesan dari ketiga lagu tersebut," ujarnya. "Tiga lagu pilihan dalam Part 1 ini adalah andalan kami semua. Ketiganya
sudah melalui tahap pemilihan dari sekian banyak materi yang kami buat di studio untuk EP 'Sekali Lagi' Part 1 dan Part 2," tegas Fajar Handhika.
Sejak awal debutnya, HIRA didukung penuh oleh sahabat mereka, Momo Biru (Captain Jack Reunion, Zima, Parabiru). HIRA lantas menunjuk Momo Biru sebagai Music Director (MD) mereka, termasuk untuk pengerjaan EP 'Sekali Lagi'.
"Kami memilih Momo Biru sebagai MD, karena sisi musikalnya sangat dewasa dan in line dengan visi misi bermusik HIRA sejak awal," ujar Derry Syahputra. "Momo tidak banyak ikut campur perihal aransemen atau bagan lagu, tapi beliau sangat disiplin tentang sound design dan memberi banyak masukan untuk diterapkan pada karya-karya HIRA," kata Andhika Rahman.
Menurut HIRA, proses pembuatan EP 'Sekali Lagi' juga dikerjakan dengan sangat santai. Enam lagu yang terkumpul dirancang dengan teliti sejak awal tahun 2025. Selama teknis pengerjaan tidak ada kendala, karena setiap prosesnya sudah terjadwal dan para personel komitmen dengan catatan yang telah dibuat. Semua perekaman instrumen dilakukan di Four Eleven (411) Studio dan mixing-mastering dikerjakan Momo Biru di Meru Records.
"Bahkan satu tahun terasa pendek, karena beberapa waktu luang lebih kami pilih untuk dihabiskan bersama keluarga terlebih dahulu, baru sisanya untuk band. Mungkin ini salah satu keberuntungan mengapa HIRA direstui dan masih bisa berjalan sampai sekarang," tambah Fajar Handhika.
Bagi Momo Biru sebagai MD, HIRA mempunyai materi lagu yang sangat kuat sejak awal kemunculannya. Bahkan menurut Momo Biru, suatu saat HIRA bisa jadi ‘sesuatu’ untuk musik Indonesia di masa depan.
"Bagi aku, sudah lama tidak ada grup band Indonesia dengan bentuk musik semacam ini, yang tidak malu-malu menyatukan genre pop, rock, dengan unsur modern dan vintage tanpa harus terkungkung tren yang ada saat ini. HIRA menjawab itu semua," kata Momo Biru.
Sekadar diketahui, HIRA merupakan grup band asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang mengusung genre alternative rock. Dibentuk pada November 2022, nama HIRA diambil dari filosofi Gua Hira, tempat pertama wahyu diturunkan.
Pada awal kemunculannya di skena musik Pontianak, HIRA beranggotakan lima personel, mengusung genre djent dan selingkarnya. Namun formasi itu tak bertahan lama dan kini hanya diperkuat oleh tiga personel saja, yakni Fajar Handhika (gitar), Derry Syahputra (vokal), dan Andhika Rahman (drum). Mereka menyebut formasi yang sekarang sebagai HIRA 2.0, sebagai penanda formasi terbaru, menutup lembaran formasi awal mereka.

0 Komentar