
“Sebuah alegori gelap tentang trauma, kelahiran kembali, dan pertarungan di dalam diri.”
Band blackened progressive metal asal Malang, VESPHERYA, merilis single terbaru mereka berjudul “Savior From Within”, chapter kedua dari proyek concept album dan novel mereka yang akan segera dirilis, “Distant Horizons”.
Sekilas, album Distant Horizons bercerita seperti layaknya dongeng fantasi kelam, yaitu tentang seorang Putri kerajaan yang berjuang membalas dendam pada raja iblis yang menghancurkan kerajaannya. Namun di balik kisah epik itu tersembunyi alegori mendalam tentang trauma masa kecil dan mental disorder.
Sang iblis menjadi simbol dari suara batin yang terus berbisik dan memanipulasi; kerajaan yang runtuh menggambarkan jiwa yang hancur; dan perjalanan balas dendam sang Putri melambangkan perjuangan manusia untuk kembali utuh.
“Cerita ini adalah cermin kehidupan nyata,” jelas Noctis (Gitaris). “Tentang bertarung dengan iblis yang ada di dalam jiwa kita sendiri. Sebuah pertempuran yang nggak bisa dilihat orang lain. “Savior from Within’ adalah momen ketika karakter utama akhirnya sadar bahwa satu-satunya pintu untuk jalan keluar adalah memaafkan diri sendiri.”
“Pada pertemuan pertama kami, aku dan Noctis menulis liriknya hanya dalam waktu lima belas menit, dan kami langsung merekamnya di studio pada hari yang sama,” kata Narrath (Vokalis). “Lagu ini sangat spesial, karena berbicara tentang psikologi, gangguan mental, dan sisi gelap manusia, tapi disembunyikan di balik kisah dongeng. Di balik fantasi, ada rasa sakit yang nyata, manusia yang nyata, dan perjuangan berat menemukan cahaya di tengah kegelapan.”
Secara musikal, “Savior from Within” memadukan intensitas black metal yang buas dan kelam dengan struktur progresif metal yang dinamis. Balutan chord dan orchestra yang megah membuat lagu ini seperti sedang mengilustrasikan psikologi manusia: gelap namun penuh warna. Perih namun penuh harapan.
Adanya Anggie Kobo (Calistung) yang menjadi feature di single ini, menyumbangkan suara clean yang dalam, pedih namun indah. Riff agresif yang cukup teknikal bertabrakan dengan melodi atmosferik, sementara vokal yang berganti antara raungan dan harmoni lembut menggambarkan pertarungan antara keputusasaan dan harapan. Hasilnya adalah karya yang keras namun penuh katarsis: Kegelapan yang perlahan berubah menjadi cahaya.
Vespherya adalah band dari Malang yang menghadirkan perpaduan unik antara progressive metal yang teknikal, black metal yang kelam namun elegan, serta orkestrasi megah dan ambience atmosferik yang menggugah imajinasi.
Melalui “Distant Horizons”, proyek concept album dan novel yang saling terhubung, Vespherya menelusuri tema trauma, identitas, dan penebusan diri lewat alegori fantasi epik tentang kerajaan yang hancur dan sang Putri yang terperangkap dalam kegelapan batinnya sendiri.
Setiap bab, setiap lagu, menjadi refleksi perjalanan jiwa manusia: dari kehancuran, melalui kegelapan, hingga menemukan kembali cahaya di dalam dirinya.
Kontak :
[Norman Duarte Tolle] Hp: 08883800313
📧 vespheryaofficial@gmail.cpm
🌐 IG: vespherya
0 Komentar