Ghozi Daffa, Elang Nuraga, Anshar Aziz (Ancal), atau selanjutnya disebut Hunian, mengerjakan album yang berisi 10 lagu ini dengan secara jujur. Hunian percaya bahwa jika suatu karya dikerjakan secara matang-matang, penuh tanggung jawab, dan genuine, karya itu penuh akan nilai. Seperti cara memilih judul album ‘Untuk Perjalanan’, Hunian seperti memaknai sebuah proses yang dilakukan seorang.
“Saat menulis lirik untuk album ini, saya berusaha memotret perasaan manusia yang seringkali tidak terucap. Saya ingin kata-kata di dalamnya terasa jujur,” kata Ghozi. “Seperti sedang bercerita kepada diri sendiri. Ini adalah tentang bagaimana kita berdamai dengan proses dan tetap berjalan meski hari terasa melelahkan,” ia menambahkan.
Perumpamaan melankolis itu juga berkaitan dengan teknis dalam isian gitar Elang dan Ancal. Pengalaman bertahun-tahun mereka sebagai gitaris berhasil menerjemahkan suara yang emosional. Melodi-melodi yang mewakili perasaan yang intim atau kerapuhan dalam larik-larik lirik di setiap lagu.
"Ada bagian gitar yang saya isi dengan sangat sederhana agar pesannya sampai, dan ada yang lebih emosional,” Elang mengatakan. “Bagi saya, gitar di album ini harus bisa menjadi teman bicara bagi pendengar, terutama bagi mereka yang sedang melewati hari-hari berat,” tambahnya.
Tidak hanya bertiga, Hunian menyelesaikan ‘Untuk Perjalanan’ ini juga dibantu oleh beberapa musisi yang sering membersamai mereka. Salah satunya adalah Adam Subarkah yang turut mengisi seksi bass dalam lagu ‘Berlayar’. Bassis Sheila On 7 ini juga sangat menerima ajakan kolaborasi, ditambah ia juga cukup senang ketika dilibatkan dalam proses kreatifnya.
“Diajakin sama Hunian, untuk ngisi bass di lagu mereka yang ‘Berlayar’. Lagunya saya suka. Mereka juga benar-benar membebaskan,” Adam bercerita. Ketika dilibatkan dalam proses kreatif pembuatan track ke-6 itu, Adam tak enggan dalam menerima pendapat dari Hunian. Karena memang sudah tertarik sejak awal saat mendengarkan materinya, proses eksekusi di studio pun diselesaikan tidak begitu lama.
“Kalau saya justru malah menanyakan, mereka pengennya seperti apa. Apakah akan berdinamika atau rata dari awal sampai akhir. Jadi semoga sesuai dengan harapan dari teman-teman Hunian,” tandasnya.
Kemudian, jika berbicara tentang hal yang terpenting dari sebuah album musik, maka sampul album adalah salah satunya. Seorang desainer grafis beraliran pop, Pandu Saputra, dipercayakan oleh Hunian untuk menyusun sampul album yang syarat akan makna ini.
Menurut penuturan Pandu, ia hanya membayangkan sesuatu yang sederhana namun ada di sekitar saat akan membuat konsep awal dari gambar sampulnya. “Aku langsung kepikiran soal 'titik berangkat'. Konsepnya sederhana tapi bermakna, dengan foto mereka di depan pagar sebagai simbol keberangkatan. Dari mana pun asal mereka, meski mereka bertiga berasal dari background musik yang berbeda, langkah pertama dari perjalanan mereka tetap sama: begitu keluar dari halaman rumah,” kata Pandu.
Kontak Manajemen:
+62 813-2850-0599 (Ghozi Daffa)
Email: hunian2024@gmai.com
Media Sosial: @h.unian
YouTube: @hunianstation / @hunianband
