Dari Distorsi Menuju Dekadensi Kultur Konser Lewat Single "Sonic Rot" oleh Demented Heart

Dari Distorsi Menuju Dekadensi Kultur Konser Lewat Single "Sonic Rot" oleh Demented Heart


Sonic Rot, ketika konser perlahan berubah menjadi arena adu ego, tempat manusia saling sikut demi validasi paling brutal, Demented Heart kembali muncul membawa single terbaru mereka “Sonic Rot” yang divisualisasikan dalam video clip dan dirilis via Youtube BrutalMind Records tanggal 10 Mei 2026. Sebuah ledakan Technical Deathmetal yang tidak hanya menghantam telinga, tetapi juga menyayat kultur busuk yang tumbuh di dalam skena itu sendiri. 

Terbentuk di Pare, Kediri – Jawa Timur sejak 2006, Demented Heart telah lama menjadi bagian dari denyut bawah tanah Indonesia dan menjadi salah satu band yang produktif. Melewati beberapa pergantian personel, panggung-panggung penuh keringat, hingga sirkulasi gigs underground yang keras dan berisik, mereka terus mempertahankan identitasnya: Technical Death Metal yang liar, kompleks, agresif, dan tanpa kompromi. 

Perjalanan mereka dimulai lewat album Seeds of The Venomous (2010 - Rottrevore Records), EP Different Infinite Equations (2014 - Sickness Prods), hingga album Frantic Epidemic yang dirilis melalui BrutalMind Records pada 2023. Kini, Demented Heart kembali mempertegas eksistensinya lewat “Sonic Rot”, sebuah single baru yang terasa seperti refleksi muram atas wajah skena modern yang perlahan kehilangan makna. 

Secara musikal, “Sonic Rot” dibangun dari riff-riff teknikal yang dingin dan agresif, dipadukan dengan pattern drum yang brutal serta tempo yang menghajar tanpa ampun. Proses kreatif lagu ini lahir secara organik dimulai dari pengumpulan riff oleh gitaris, lalu dikembangkan bersama drummer hingga menjadi komposisi yang padat, chaos, namun tetap presisi. Seluruh proses rekaman dilakukan secara independen di Volcanic Studio, studio milik mereka sendiri di Pare, Kediri – Jawa Timur. 

Visual video klip “Sonic Rot” juga memperkuat atmosfer lagu yang gelap dan menekan. Mengambil lokasi di bangunan bekas Radio Prima FM Pare, video ini menghadirkan nuansa murung, kosong, dan penuh ketegangan seperti gambaran manusia yang perlahan membusuk di tengah kebisingan kolektif. Lebih dari sekadar agresivitas musik, “Sonic Rot” membawa kritik tajam terhadap kultur konser yang semakin kehilangan esensi. Lagu ini berbicara tentang orang-orang yang datang ke gigs bukan untuk menikmati musik, melainkan melampiaskan amarah, mencari kerusuhan, dan merasa paling brutal di tengah kerumunan. Dentuman riff dan energi kolektif yang seharusnya menjadi ruang solidaritas justru berubah menjadi arena pelampiasan naluri paling primitif. 

Melalui “Sonic Rot”, Demented Heart seperti sedang meludahi wajah toxic culture dalam skena sebuah pengingat bahwa musik ekstrem seharusnya menjadi medium ekspresi dan persaudaraan, bukan pembenaran untuk berubah menjadi monster. 

Pasca perilisan single ini, Demented Heart juga tengah mempersiapkan amunisi berikutnya berupa full-length album baru yang saat ini masih dalam tahap pengembangan dan produksi, dengan target rilis tahun depan. Artwork “Sonic Rot” dikerjakan oleh Adi Dechristianize dari Yogyakarta, menghadirkan visual kelam yang merepresentasikan kebusukan, chaos, dan amarah yang menjadi inti dari rilisan ini.

MEDIA SOCIAL 

Demented Heart:   

Instagram: https://www.instagram.com/dementedheartofficial/

Facebook: https://www.facebook.com/dementedheartdeath/

Spotify: https://shorturl.at/bB8QS

Youtube Music: https://shorturl.at/uZoEA  

Posting Komentar

Related Posts