Album ini ditulis Kahfii sepanjang 2023–2024, setelah berbagai kejadian personal yang ia alami sejak 2021. Dari kehilangan seseorang yang ia sayangi, persoalan keluarga, patah hati, rindu, sampai proses panjang untuk kembali berdiri dan belajar menerima apa yang sudah terjadi. Tapi kalau harus dirangkum dalam satu kalimat, mungkin album ini cuma ingin bilang: “Kalau lagi berat, cerita aja.” Judul “Kalau Sedih Bilang” sendiri datang dari hal yang sederhana.
Cara Kahfii menunjukkan rasa sayang kepada orang-orang terdekatnya. Ketika ada teman atau seseorang yang sedang nggak baik-baik saja, daripada memendam semuanya sendiri, lebih baik ngomong. Karena buat Kahfii, cerita bukan berarti lemah. Justru mungkin, itu salah satu cara buat bertahan. “Dan lihatlah kalian, hebatnya bertahan. Tenang dan bersabar. Dan kalau sedih bilang, janganlah dipendam dan tenggelam, katakan kau akan menang.” Lirik tersebut menjadi salah satu inti dari album ini. Bukan cuma untuk pendengar, tapi juga untuk Kahfii sendiri.
Secara musik, “Kalau Sedih Bilang” bergerak di wilayah indie pop dan alternative pop dengan pendekatan full-band. Gitar akustik, gitar elektrik, drum, dan berbagai tekstur aransemen menjadi bagian dari perjalanan 10 lagu ini. The 1975 dan Hindia menjadi beberapa referensi yang memengaruhi cara Kahfii melihat musik alternatif. Isi albumnya pun nggak melulu murung. Ada “Patah Hati Biasa Saja”, yang membawa cerita tentang konflik keluarga. Ada “Persetan Menua, Muda Selamanya”, yang justru terdengar seperti ajakan buat berhenti terlalu serius menghadapi hidup dan menikmati masa muda selagi masih bisa. Lalu semuanya ditutup lewat “Diserang Rindu”, lagu tentang kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di sini, Kahfii menemukan bentuk lain dari proses pulih: ketika selain waktu dan orang-orang terdekat, pegangan religi juga bisa menjadi tempat untuk kembali. Jadi, “Kalau Sedih Bilang” bukan album yang berusaha mengajari orang bagaimana caranya menjadi kuat. Ini lebih seperti teman yang duduk di sebelah kita dan bilang: “Nggak apa-apa. Kalau sedih, bilang.” Sepuluh lagu, banyak cerita, dan satu perjalanan panjang untuk akhirnya bisa berdamai dengan apa yang pernah terjadi.

Posting Komentar