Jumat, Agustus 28, 2026

GREIZE Lepaskan Maxi Single "EGOISM" dan "DOGMA" Babak Pertama dari Trilogi Kelam Tentang Kekuasaan, Keyakinan, dan Kehancuran Manusia


Band Metallic hardcore asal Palembang, GREIZE, resmi merilis dua lagu sekaligus, "EGOISM" dan "DOGMA", yang tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 17 Agustus 2026. Kedua lagu ini bukan sekadar rilisan tunggal, melainkan pembuka dari sebuah rangkaian cerita besar yang akan berlanjut ke babak-babak berikutnya, termasuk "Tirani Belati" yang sebelumnya sudah mereka rilis tahun 2025 lalu.


Terbentuk pada 2025, GREIZE digawangi oleh Dzaky (vokal), Erick dan Dimas (gitar), Yuki (bass), serta Daka (drum). Sejak awal berdiri, band ini membawa visi musik yang agresif namun sarat gagasan  mengangkat kegelisahan sosial dan kondisi manusia melalui riff berat, teriakan penuh amarah, dan lirik yang tajam menyayat.


"EGOISM" lahir dari keresahan terhadap sisi manusia yang menempatkan ego, kekuasaan, dan kepentingan pribadi di atas moral dan kemanusiaan. Lagu ini menggambarkan sosok yang terjebak dalam singgasana egonya sendiri merasa paling berkuasa dan paling benar, sementara di sekelilingnya hanya menyisakan kehancuran dan penderitaan.


Nuansa neraka, dosa, dan alam baka yang hadir dalam lirik digunakan sebagai metafora atas konsekuensi dari perbuatan manusia, bukan untuk menyerang keyakinan tertentu. Secara emosional, "EGOISM" adalah perjalanan dari kesombongan menuju kehancuran: ego melahirkan ambisi, ambisi melahirkan kehancuran, dan kehancuran pada akhirnya kembali kepada pelakunya sendiri.


Jika "EGOISM" berbicara tentang manusia yang dihancurkan oleh egonya, maka "DOGMA" berbicara tentang manusia yang kehilangan akalnya karena terlalu yakin bahwa dirinya tidak mungkin salah. Lagu ini merupakan kritik terhadap pola pikir ketika sebuah keyakinan ditempatkan begitu tinggi hingga akal sehat dan logika kehilangan ruangnya.


Baris lirik "Krisis akal akan logika, tanpa jeda mengikis asa" menjadi inti dari keseluruhan lagu, sebuah pengingat bahwa ketika manusia berhenti mempertanyakan sesuatu, ia bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis, hingga akhirnya melahirkan ambisi gelap dan pembenaran atas tindakan yang merusak.


Digarap sebagai bagian dari trilogi konseptual bersama "Tirani Belati", ketiga lagu ini membentuk satu alur cerita utuh:
DOGMA - benih penindasan, ketika keyakinan mutlak lahir dan akal sehat mulai terkikis.
EGOISM - kuasa berubah menjadi kehancuran, ketika dogma bertemu ambisi dan melahirkan tirani.
TIRANI BELATI - perlawanan, ketika mereka yang tertindas akhirnya memilih untuk tidak tunduk.


"Ketika keyakinan tidak lagi boleh dipertanyakan, Ketika dogma bertemu kekuasaan, ego menjadi hokum, ketika itu terjadi kehancuran menjadi konsekuensi. Ketika konsekuensi menjadi kehancuran, maka akan ada perlawanan," demikian filosofi yang diusung GREIZE dalam merangkai ketiga karya ini.


"'EGOISM' dan 'DOGMA' adalah cara kami menyuarakan kegelisahan terhadap dunia yang penuh kemunafikan dan penyalahgunaan kekuasaan. Lewat musik yang agresif dan lirik yang jujur, kami ingin sisi gelap manusia tidak lagi disembunyikan, tapi dipaksa berhadapan dengan konsekuensinya." – GREIZE

Connect With Us!
Instagram : @Easyholdx @Greize.hc
Email : Easyholdplg@gmail.com Greizebear@gmail.com
Contact Person : 082281213760 (CP) 
Spotify : GREIZE ( Egoism//Dogma )

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search