Sabtu, Agustus 01, 2026

Muzzkipper Perkenalkan Diri Lewat Debut Single "23.30"

Unit rock asal Pontianak, Muzzkipper, resmi memperkenalkan diri melalui debut single bertajuk “23.30”. Menjadi langkah awal perjalanan mereka, lagu ini sekaligus menandai hadirnya warna baru dalam skena musik lokal dengan mengusung semangat rock 70-an yang dipadukan dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan bagi pendengar masa kini.


Didirikan pada 2024, Muzzkipper digawangi oleh Fauzan (vokal, bass), Benk (gitar, backing vokal), dan Edo (drum). Band ini lahir dari berbagai ide yang selama ini belum menemukan wadah untuk disalurkan. Berawal dari keinginan Hafidh, yang kini berperan sebagai manajer Muzzkipper, untuk membentuk sebuah grup musik rock, ajakan demi ajakan akhirnya mempertemukan ketiga personel yang memiliki visi serupa.


“Semua berawal dari kepala yang sedikit ribut oleh ide-ide yang belum bisa tersalurkan pada tempatnya. Lalu kami dipersatukan oleh Hafidh yang ingin mempunyai sebuah band, meskipun tidak memainkan instrumen musik. Dari situ kami bertemu dan menyadari punya visi yang sama, yaitu membentuk band rock,” ujar Benk.


Dalam perjalanan bermusiknya, Muzzkipper banyak terinspirasi oleh nama-nama besar seperti Motörhead, Deep Purple, dan Black Sabbath. Pengaruh tersebut tercermin dalam karakter musik mereka yang mengandalkan riff-riff tebal, groove yang mengalir, dan semangat rock klasik yang tetap terasa relevan di era sekarang.


Single perdana mereka, “23.30”, lahir dari sesi jamming di kediaman Benk pada 2024. Saat para personel memainkan riff-riff awal yang dipersiapkan sebagai materi Muzzkipper, Hafidh secara spontan menulis lirik lagu tersebut. Judul “23.30” diambil dari waktu yang benar-benar terpampang saat proses kreatif itu berlangsung.


Menurut Hafidh, lagu ini menggambarkan kontradiksi masa muda, ketika seseorang sering melakukan kesalahan, menyesalinya, namun terkadang kembali mengulanginya. “23.30 bercerita tentang masa muda, ketika kita sering melakukan hal-hal bodoh, mencoba banyak hal baru, menyesal, tapi kadang mengulanginya lagi di hari yang berbeda. Lagu ini menggambarkan proses belajar dari kegagalan, kesalahan, dan pengalaman yang akhirnya membentuk diri kita,” jelasnya.


Untuk menangkap karakter musik yang mereka usung, Muzzkipper memilih merekam lagu ini secara live take di F Studio, Pontianak. Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan Ferdy dari F Studio dan didorong oleh keinginan menghadirkan energi mentah khas rekaman rock era 70-an.


Proses rekaman dilakukan pada akhir 2024, sementara tahap mixing dan mastering diselesaikan oleh Aris Salim pada 2026. Melalui “23.30”, Muzzkipper menandai langkah awal perjalanan mereka sekaligus membuka jalan menuju rilisan-rilisan berikutnya yang tengah dipersiapkan.



Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search