Berbeda dengan rilisan sebelumnya, "Pressure" lebih matang dalam keseluruhan mulai dari musik hingga lirik, ini menjadi babak baru Pineline dari segi warna musik. Perihal "Pressure" rilisan ini merangkum perasaan yang sering dirasakan generasi sebaya, mulai dari sedih, cemas, gelisah, hingga bimbang. Lirik yang dibuat lebih personal berharap pesan lebih mudah sampai, dengan dibalut musik campuran shoegaze dan dream pop, Pineline mengantarkan ke suasana yang dalam.
"Pressure ini berisi tentang sebuah perasaan negatif ya kaya gelisah, sedih, bingung, dan cemas, liriknya semua dari kisah personal, semoga relate dan musik dream pop/indie rock/shoegaze mungkin yang pas untuk EP ini." Ujar Egi.
Pineline hadirkan empat nomor lagu, dimulai "Moonshine", "Sunday", "Cat", dan "Unease," sebagai informasi tambahan, "Unease" adalah lagu paling terbaru yang dibuat dan belum pernah dibawakan secara langsung. Bagi Pineline hal tersebut menjadi daya tarik pada mini album ini.
Seluruh proses produksi lagu dilakukan di Ben's Co Records Studio Bogor, dioperasikan oleh Deni Noviandi (wak Denol) sekaligus yang mengerjakan mixing dan mastering. Lalu sampul mini album hasil foto Farrel Wiratama.
.png)
Posting Komentar