Jumat, Agustus 14, 2026

White Chorus Rilis “Melayang”, Menyusuri Keramaian Ibu Kota dan Rasa Rindu yang Tak Kunjung Hilang


White Chorus kembali dengan single terbaru bertajuk “Melayang”, sebuah lagu yang membawa pendengar menyusuri malam ibu kota. Tersesat di antara gelap, keramaian, dan euforia, sambil dihantui kerinduan terhadap seseorang yang sudah tidak lagi berada di sana.


“Melayang” menangkap paradoks yang akrab bagi banyak warga kota. Di tengah riuhnya malam dan berbagai distraksi yang ditawarkan ibu kota, ada perasaan yang justru semakin sulit dihindari. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang larut dalam keramaian, namun tanpa sadar terus mengulang kembali momen-momen yang pernah ia jalani bersama orang yang dirindukannya.


“Melayang adalah lagu tentang tersesat di gelapnya malam, keramaian, dan euforia ibu kota, sambil merindukan seseorang yang sudah tidak ada di sana. Ironisnya, sepanjang malam itu, dia seperti mereka ulang cerita yang dulu pernah dilakukan bersama orang yang dia rindukan.”


Berangkat dari pengalaman yang sederhana dan dekat dengan keseharian warga ibu kota, “Melayang” lahir dari pengamatan terhadap bagaimana manusia mencari pelarian di tengah kehidupan kota yang serba cepat. Namun, sejauh apa pun seseorang mencoba larut dalam malam, beberapa ingatan tetap punya cara untuk kembali.


Judul “Melayang” sendiri dipilih karena sifatnya yang catchy sekaligus terbuka terhadap banyak interpretasi. Ia bisa menggambarkan kondisi ketika seseorang benar-benar kehilangan arah, terbawa suasana, maupun berada di antara sadar dan tidak sadar.


Secara musikal, White Chorus mencoba membawa kembali karakter pop era terdahulu dan menggabungkannya dengan pendekatan yang menjadi identitas mereka. “Melayang” mengambil inspirasi dari nuansa trip-hop, sekaligus meminjam karakter melodi pop Indonesia yang mengingatkan pada karya seperti “Semua Tak Sama” dari Padi dan “Antara Ada dan Tiada” dari Utopia. Referensi tersebut kemudian diolah kembali dengan elemen khas White Chorus, menghasilkan perpaduan antara nostalgia pop dan atmosfer yang lebih gelap serta melayang.


Ada pula cerita personal yang menjadi bagian dari proses lahirnya lagu ini, meski tidak semuanya bisa dibagikan. Salah satu petunjuknya adalah “nomor 9” dan “Row 9 Krapela”. Selebihnya? “Tidak bisa diceritakan,” ujar Emir sambil menyisakan sedikit misteri di balik lagu ini.


“Melayang” dirilis pada 12 Agustus 2026 dan menjadi pembuka menuju rilisan White Chorus berikutnya. Tidak berhenti di single ini, White Chorus akan melanjutkan perjalanan mereka dengan EP berjudul L.U.F.S. (Love Under Flashing Strobe), yang akan dirilis pada 2 September 2026 dan berisi enam lagu.


Jika “Melayang” adalah perjalanan menyusuri malam dan kenangan yang tak kunjung selesai, maka L.U.F.S. akan membawa pendengar masuk lebih jauh ke dalam dunia White Chorus, di antara cinta, cahaya strobo, keramaian, dan segala hal yang terjadi ketika malam belum benar-benar berakhir.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search