Jumat, September 11, 2026

Kipcie Lepas "Kolase": Dualisme Mimpi dan Realita Kehidupan Urban


Setelah melewati fase eksplorasi di dua rilisan awal, unit indie rock asal Bandung, Kipcie, kini menemukan cetak biru sound yang sesungguhnya sekaligus menandai babak baru menuju album penuh yang sedang dikerjakan. Banyak dipengaruhi gerakan indie rock revival, Kipcie mengusung estetika raw awal 2000-an.


Bertajuk "Kolase" yang merupakan single ketiga, Kipcie berbicara mengenai kontradiksi antara belenggu impian dan realita kehidupan urban. Potongan hidup yang kemudian melahirkan memori, pertemanan, dan gelora masa muda yang membara, namun berbenturan dengan dinamika kehidupan dewasa yang membosankan dan penuh tuntutan.


Perasaan kalah di setiap hari Senin sampai Jumat dengan rutinitas repetitif, hanya mampu dilengserkan oleh suara nyaring gitar di akhir pekan bersama sahabat. Musik adalah pelarian dan jawaban sementara dari perasaan kalah yang bergumul itu bagi kami. Layaknya kolase, hidup bukan lukisan utuh dengan cat minyak mahal dan bergaya realis. Mungkin sebagian iya, namun sebagian lain hanya mampu merajut, menambal, dan merakit ulang kanvas bekas untuk sesuap napas keselamatan bernama impian.


Lagu ini ditulis oleh Hugo Bonfilio dengan lirik oleh Lendra Sonjaya. Sementara aransemen diramu secara kolektif bersama seluruh personel guna mendapat sirkulasi emosi yang tertuang utuh ke dalam lagu. Proses rekaman dilakukan di studio pribadi milik Thariq Khayru selaku produser, dan drum direkam di Bandung Creative Hub. Pengerjaan mixing-mastering dipercayakan kepada Bimantara dari Tunnelvision Audio.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search