Sabtu, Oktober 17, 2026

Mitchy Merilis Single Ketiga Bertajuk “Kupetik Bunga di Kerak Neraka”: Ketika Kasih Sayang Seorang Ayah Menjadi Dinasti Kekuasaan


Bayangkan sebuah lagu cinta. Penyanyinya adalah seorang ayah yang berjanji akan melakukan apa saja untuk anaknya, memindahkan surga ke dunia, memalsukan dokumen, membungkam suara yang berseberangan, hingga mengobrak-abrik aturan main bernegara, semua demi satu hal, yaitu memastikan sang anak duduk nyaman di singgasana.


Itulah “Kupetik Bunga di Kerak Neraka”, single ketiga dari Mitchy, unit Rock Gaya Bebas asal Cipadung, Bandung Timur. Lagu berdurasi 4 menit 42 detik ini dirilis di seluruh platform musik digital pada 12 Oktober 2026.


Sepanjang lagu, Mitchy memperdengarkan sudut pandang seorang penguasa yang berbicara atas nama keluarga, stabilitas, dan kasih sayang sebagai pembenaran atas manuver politiknya yang tak beretika. Dalam bait-bait, kekuasaan dijalankan secara absolut, “Eksekusi oposisi antipati berani mati”, “Kuhakimi, kuadili”, hingga “Telah ku rekayasa, dataku dokumen palsu”, jadi penanda bahwa di negara ini, konstitusi bukan lagi pagar yang dihormati, namun perabot yang boleh digeser kapan pun dibutuhkan.


Lalu masuklah chorus sebagai sebuah ode melodius yang ironis “Dengarkanlah bapakmu wahai anakku, ingatlah selalu, aku sayang padamu.” Di titik inilah satire bekerja. Kasih sayang hadir berdampingan dengan kontrol, dan dominasi tampil sebagai perlindungan.


Puncaknya ada di outro: “Surga kupindahkan, untukmu ke dunia. Nikmatilah, kupersembahkan singgasana.” Sebuah hadiah dari ayah, dibayar mahal oleh seluruh lapisan masyarakat selama 5 tahun ke depan.


Lagu ini mengajak pendengar mengenali sebuah pola yang terasa dekat di tengah perbincangan publik tentang nepotisme, dinasti politik, dan kesetaraan kesempatan yang nyaris tak pernah hadir. Ketika kekuasaan tidak lagi dijalankan sebagai amanah, beberapa figure politik justru menganggapnya sesuatu yang harus diamankan dan dipersiapkan untuk diwariskan. Pertanyaannya sederhana, yang sedang dipersiapkan itu masa depan yang adil bagi semua, atau singgasana yang hanya boleh ditempati mereka yang dekat dengan pusat kekuasaan?


Pertanyaan itu tidak langsung dijawab seketika. Mitchy memilih cara lain dengan membiarkannya menggantung dan menyelipkan jawabannya ke tengah lagu. Setelah bait yang menusuk dan chorus yang melodius itu lewat, musik mengendur, gitar menipis, ruang mendadak lengang, dan dari kekosongan itu terdengar sebuah suara yang sudah lama akrab di telinga kita semua. “Kembali ke Solo, jadi rakyat biasa”, ujar seorang mantan kepala negara dalam wawancaranya bersama awak media.


Keputusan memasukan sample wawancara tersebut dipilih Mitchy untuk menjadi jembatan menuju babak lagu berikutnya yang secara sonik sangat kontradiktif dengan 2 menit awal lagu. Bagian awal lagu ini memiliki nafas yang nyaris post-punk berkat inspirasi dari Dogrel, album pertama Fontaines D.C. , Wunderhorse, hingga spirit garage rock yang statis ala The Strokes. Sementara itu, babak kedua lagu banyak dipengaruhi oleh gaya bermusik .Feast dan Kelompok Penerbang Roket yang membuat lagu ini masih memiliki warna yang identik dengan dua single Mitchy yang telah rilis lebih dulu, yakni “Sesat Pikir” dan “Warta Akhir Dunia”.


“Kupetik Bunga di Kerak Neraka” jadi penanda babak baru Mitchy dan eksplorasi bermusiknya yang menolak patuh pada satu genre secara spesifik. Lewat single terbarunya, grup musik yang mengamini gaya bermusiknya sebagai Rock Gaya Bebas ini ingin menyampaikan bahwa hari ini mereka memainkan garage rock bernafas post-punk. Besok, mereka bisa saja memainkan stoner, shoegaze, hingga balada tanpa harus meminta izin pada siapapun. 


Bagi Mitchy, selalu ada ruang untuk mempertanyakan ketidakadilan yang terjadi berkat rakusnya manusia terhadap kekuasaan. Ketika bahasa kasih sayang jadi motif nepotisme dan dominasi kuasa, lagu ini jadi pengingat bahwa tahkta yang diwariskan dengan cara yang hina akan selamanya dibayar oleh kita. Sekalipun kita tak pernah sudi untuk ikut menari ketika mereka berpesta.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search