| Critical Story Docs. |
Bebas, enerjik, dan lebih emosional adalah beberapa hal yang tentunya dirasakan oleh para anak muda ketiaka akan menuju ke fase dewasa, dalam menjalani kehidupannya. Namun berbeda dengan 3 pemuda ini, mereka menumpahkan rasa bebas, energi, dan emosional ke dalam lagu mereka yang dikemas mejadi rilisan fisik, EP Album pertama mereka.
Tepat hari Jumat, pada tanggal 24 November 2017 trio Alfan, Bima & Dicki melakukan sebuah press release dan syukuran kecil-kecilan bersama Undisputed Distribution di Morfeen Store, dengan mengatas namakan Critical Story mereka bertiga telah resmi meluncurkan EP Album perdananya dan meresmikan Dicky sebagai personil tetap diposisi bass yang telah ditinggalkan oleh Adhit.
Seakan mengajak kembali penggemar musik Punk Rock untuk bersemangat lagi. Melalui EP Album mereka yang bertajuk Limitless yang kental dengan sound ala Blink 182, Sum 41, Greenday, hingga Box Car Racer, dengan lirik sederhana khas mereka, dibalut dengan bermacam macam tema dan sudut pandang.
| Limitless Cover |
Berbicara tentang tajuk mereka Limitless yang artinya adalah tanpa batas. Mereka mengakui arti dari Limitless tersebut ambigu, atau bisa berarti banyak. Mereka menjelaskan bahwa arti Limitless sendiri ke dalam materi EP Album mereka adalah, materi EP Album mereka sangat beragam, mereka mencoba membuat materi seluas luasnya hanya dengan 5 track, membuat lagu dengan nuansa berbeda dari lagu satu ke lagu selanjutnya, yang seakan akan ide terus berdatangan hingga membuat mereka tak terbatasi.
Diluar materi EP Album mereka, mereka juga menjelaskan bahwa arti dari Limitless tersebut juga dapat diartikan bahwa tidak ada batasan dalam membuat suatu karya, mereka mengungkapkan akan selalu ada karya karya selanjutnya, yang artinya tidak berhenti di EP Album ini, dan mereka tidak mempunyai batasan untuk mencapai suatu target atau tujuan.
Sedikit mengulas 5 track mereka, pada track pertama berjudul On My Own memberikan nuansa sedikit emosional, tetap dibalut dengan musik Punk Rock, dengan lirik yang sangat mendalam menceritakan rasa kecewa mereka terhadap semua orang yang menganggap mereka Stuck atau tetap saja, pada nyatanya mereka sudah berusaha lebih baik dari sebelumya.
Pada track ke 2 berjudul “Jevita” mereka mencoba menceritakan tentang rasa patah hati dengan berbeda sudut pandang. Pada track ini mereka menceritakan sebuah tokoh fiksi bernama Jevita, yang membuat seseorang patah hati. dengan lirik yang menyeleneh, dibalut dengan beat drum yang sangat catcy.
Seakan belum puas dengan 2 materi itu. Mereka menambahkan materi yang mereka bilang paling cengeng di EP Album mereka. Mecoba untuk membuat pendengarnya ikut merasakan saat berada dikeadaan yang sama, berjudul "Lupakan". Dengan lirik yang mudah dicerna dan di hafal. Dengan ramuan musik easy listening. Mengangkat tema bangkit dari sebuah keaadan terpuruk karena perasaan.
Mereka coba kembangkan lagi pada materi ke 4 , berjudul "I'm Not Your Friend". Seakan mereka mencoba untuk membuat penggemar musik Punk Rock klimaks dengan lagu ini. Lagu yang dikemas dengan beat drum yang sangat beragam. Dengan lirik ala anak muda, menceritakan tentang hal yang sepele, disaat seseorang ditolak cintanya oleh pujaan hatinya. dan di Track 5 adalah "Five Years" sebuah lagu pertemanan yang telah mereka bangun selama 5 tahun.
0 Komentar