"Sarkastik Etik" berisikan empat lagu penuh makna yang menghadirkan nuansa lebih gelap dari sebelumnya. EP ini mengundang pendengar untuk menjelajahi dimensi-dimensi yang mendalam, pikiran, dan pengalaman manusia.
Dibuka dengan "Nakba 1948", sebuah lagu yang meneriakan semangat abadi di tengah ketegangan konflik yang tak kunjung usai. Diikuti oleh "Plural & Tunggal", manifesto musikal yang mengadvokasi persatuan di tengah keberagaman, lagu ini hadir dalam bayangan perpecahan yang senantiasa menghantui.
"Raung" menghadirkan refleksi mendalam tentang pengalaman hidup dan pergolakan sosial yang mempengaruhi pikiran dan jiwa. Sementara "Jelaga", sebagai penutup album, mengeksplorasi tema eksistensial tentang kerapuhan kehidupan manusia di hadapan kematian yang pasti, mengajak pendengar untuk merenungkan makna hidup mereka dalam konteks yang lebih luas.
Diharapkan, "Sarkastik Etik" menjadi pengingat penting akan pentingnya introspeksi, empati dan rekonsiliasi. Melalui bahasa musik, Wisdom Teeth Disorder berusaha untuk melampaui batasan dan memulai percakapan yang melintasi batas.
Dirilis secara digital melalui @lugas.records , Wisdom Teeth Disorder ingin menyampaikan pesan-pesan filosofis melalui musik ala mereka dengan terus mendorong batasan musik yang menggunakan skala dan birama yang kompleks untuk menambah kedalaman dan dinamika pada musiknya.
Sampul digital adalah hasil goresan tangan artworker asal Lampung Dicky Setiawan aka JNKL @dicky_jenkol . Tentu saja seluruh photoshoot di EP ini adalah hasil jepretan @anas.grunge .
Untuk informasi lebih lanjut mengenai rilis EP Album "Sarkastik Etik" dan proyek-proyek mendatang, kunjungi kontak yang ada di Media Sosial Wisdom Teeth Disorder .

0 Komentar