Advertisement

Responsive Advertisement

Hummus Melepas Album Perdana "Intifada" Sebagai Perjalanan Pertama Menuju Kedamaian Dunia


Bandung, Desember 2025 - انتفاضة (intifāḍa), yang berarti “pemberontakan” secara harfiah, dan merujuk pada gerakan perlawanan rakyat terhadap penguasa atau penindasan. Secara khusus, istilah ini digunakan untuk menggambarkan konflik berkepanjangan atas pendudukan wilayah Palestina oleh zionis is***l.

Pergerakan ini menjadi bahan bakar bagi unit Afrobeat asal Kota Bandung, Hummus, untuk mengeluarkan sebuah album perdana sebagai salah satu bentuk solidaritas, serta pengingat kepada sesama umat manusia akan isu-isu sosial dan kemanusiaan yang terjadi saat ini.

Membawa titel “Intifadah,” Hummus mengajak pendengar menjelajahi 8 lagu bernuansa Timur Tengah, dengan lirik yang akan membuka mata untuk menyaksikan betapa mengkhawatirkan kondisi dunia di penghujung zaman.

Album ini berisikan 4 komposisi baru serta 4 lagu terdahulu yang diaransemen ulang dengan tambahan 3 personil anyar, termasuk “Panjatkanlah Doa” yang berkolaborasi dengan Sigit Pramudita (Tigapagi). Isian vokal dan keys dari Shabira, juga  lantunan syair dari Zacky, menghadirkan nafas segar bagi lini depan Hummus, dan Ande hadir melengkapi dentingan gitar kedua bagi unit ini. Ande yang memiliki kedekatan dengan Ajie Gergaji (Themilo), kerap kali meminta pendapat beliau untuk isian gitarnya.

Diproduksi secara mandiri, seluruh materi Intifadah sudah tertulis sejak tahun 2024 yang dikerjakan oleh Bram sebagai gitaris sekaligus pemrakarsa berdirinya Hummus di tahun 2014. Aransemennya dibantu oleh Andzar pada drum, dan Kiki pada bass yang juga merupakan komposisi personil awal dari band ini. 

Tak hanya menghadirkan lagu dengan lirik kemanusian dan kritik sosial, dalam album Intifadah, Hummus juga menyuguhkan sajian instrumental yang berbeda dengan musik Afrobeat kebanyakan. Tambahan elemen seperti trumpet dan syair dalam Bahasa Arab, menjadi senjata utama Hummus untuk “menginvasi” skena musik arus pinggir Indonesia.

Intifadah muncul sebagai awal perjuangan Hummus untuk selalu menyiarkan pesan-pesan baik dan api semangat agar tetap berada di jalur yang benar. Musik kami hanya menjadi salah satu media untuk terus bersuara akan kemerdekaan rakyat Palestina. We are not free until Palestine is free! Free, Free Palestine! Free, Free Palestine!

Hummus adalah unit Afrobeat dengan sentuhan Middle Eastern asal Kota Bandung yang menggaungkan narasi kemanusiaan dan perlawanan. Dibentuk tahun 2014, namun baru memantapkan langkah dengan merilis single perdana pada 2024. Hummus beranggotakan Ande (gitar), Andzar (drum), Bram (gitar), Kiki (bass), Shabira (vokal & keyboard), dan Zacky (qori).

Posting Komentar

0 Komentar