toxicdev! dan PORIS Lepas Rem, Tarik Gas Lewat Single Terbaru “AKU GAS” Bersama Microgram Entertainment

toxicdev! dan PORIS Lepas Rem, Tarik Gas Lewat Single Terbaru “AKU GAS” Bersama Microgram Entertainment


Scene musik lokal kembali dipanaskan oleh toxicdev!, bersama PORIS, lewat rilisan terbarunya berjudul “AKU GAS”, yang resmi hadir bersama Microgram Entertainment. Bukan lagu cinta, bukan lagu galau, tapi “AKU GAS” justru membawa energi baru dari kultur jalanan Indonesia yang jarang diangkat ke dalam musik.

Di balik judulnya yang terdengar agresif, “AKU GAS” sebenarnya punya pesan sederhana namun relatable bagi banyak penikmat musik. Lagu ini merepresentasikan keseharian para penikmat modifikasi motor, mulai dari momen kopdar bareng komunitas, kebanggaan memamerkan mesin, hingga flexing tampilan body motor yang jadi identitas personal. “AKU GAS” menangkap vibe freedom, ekspresi diri, dan semangat kolektif yang hidup di jalanan.

Konsep “AKU GAS” lahir dari satu akar budaya yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, yaitu culture modifikasi motor dan toxicdev! ingin mengangkat kembali estetika motoran lokal agar tampil lebih berani dan percaya diri. Menurutnya, kultur ini bukan sekadar hobi, tapi bagian dari identitas kreatif Indonesia yang unik dan layak diperkenalkan ke audiens lebih luas, bahkan hingga ke panggung internasional.

Lewat rilisan ini, “AKU GAS!” menjadi bentuk selebrasi terhadap subkultur yang selama ini hidup organik di komunitas, namun jarang mendapat spotlight di industri musik. Bagi toxicdev!, rilisan ini juga menjadi statement personal, “Gak semua lagu harus melulu bahas cinta atau galau. Hal-hal keseharian yang kita temui tiap hari juga bisa jadi ide besar untuk sebuah lagu.”

Dengan pendekatan yang fresh, fun, dan penuh attitude, “AKU GAS!” membuka ruang baru bahwa musik bisa lahir dari lifestyle, komunitas, dan realitas yang dekat dengan generasi sekarang.

Dirilis bersama Microgram Entertainment, “AKU GAS!” diharapkan menjadi anthem baru bagi mereka yang hidup cepat, kreatif, dan berani menunjukkan identitasnya sendiri. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan sekadar jalan pelan, tapi tahu kapan harus gas, dan kapan harus rem.

Posting Komentar

Related Posts