Lagu ini menggambarkan seseorang yang lagi tinggi, bermimpi menjadi bintang rock, seperti dalam liriknya: "Mimpi jadi Rock Star". Musiknya memadukan blues dan rock & roll khas Dandelions dengan lirik ringan. Gaya vokal selengean, lirik yang gamblang melebur dengan suara lembut penyanyi latar, Mariska Setiawan dan Maria Angeladhani, membuat "Hangover" terdengar begitu hangat.
Lewat "Hangover", Dandelions mengangkat sebuah pertanyaan reflektif mengenai konsekuensi di balik setiap mimpi yang ingin diraih. Di balik nuansa rock & roll yang ringan dan penuh euforia, lagu ini mengajak pendengar merenungkan apakah mereka siap menghadapi risiko serta harga yang harus dibayar untuk mewujudkan impian, dan tetap memiliki keberanian untuk terus melangkah meski telah memahami pengorbanan yang menyertainya.
“Lagu hangover adalah sebuah pertanyaan reflektif yang coba kami lontarkan. Apakah mimpi kita sendiri mengandung sebuah konsekuensi dan resiko yang berat?”, tutur Njet
“Bahkan jika pada akhirnya kita mengerti harga dari mimpi yang harus kita bayar masih beranikah kita untuk meneruskan mimpi tersebut,” tambah Daniel
Diproduseri oleh Dandelions sendiri, lagu ini direkam di studio Nada Musika di-mixing Edi Hazt. Untuk bagian mastering, single ini ditangani langsung oleh musisi legendaris Indra Qadarsih. Kibordis BIP, eks-Slank, tersebut juga mengisi kibor untuk single "Story Biru" yang dirilis lebih dulu. Untuk urusan visual artwork, Dandelions kembali menggandeng Rahmat Dwi Septian, seniman dan desainer grafis Surabaya, yang sebelumnya dipercaya menggarap sampul mini album pertama Dandelions.
Masih dirilis di bawah naungan Shockss Record, Single “Hangover” sudah hadir sejak 27 Mei 2026 dan sudah bisa didengarkan di semua platform streaming dan youtube.
