Kini, Siksa Kubur kembali menghadirkan karya EP album bertajuk "Dari Langit" yang dirilis via Youtube BrutalMind Records pada 02 Juli 2026. Sebuah rilisan yang menawarkan pendekatan konseptual dengan mengangkat kisah fiksi mengenai kehidupan ekstraterestrial dan asal mula peradaban manusia, sekaligus mengajak pendengar merenungkan konsekuensi dari setiap pilihan yang akan menentukan masa depan peradaban.
Secara musikal, "Dari Langit" tetap berakar kuat pada karakter Deathmetal klasik yang menjadi identitas Siksa Kubur, dengan terpengaruh dari nama-nama seperti Cannibal Corpse, Malevolent Creation, Deicide, Morbid Angel, dan Suffocation. Di sisi lain, EP ini juga memperluas eksplorasi musikal melalui sentuhan Blackmetal ala Emperor, Immortal, dan Satyricon, dan juga dipadukan dengan elemen Progressive Rock dan Progressive Deathmetal yang terinspirasi dari Opeth, Rush, hingga Death, serta nuansa Thrash dan Heavy Metal yang akhirnya memperkaya dinamika komposisi dari karyanya.
Visual artwork untuk "Dari Langit" dikerjakan oleh Andik Godfinger. Sementara, proses mixing dipercayakan kepada Adria Sevrianto dan mastering diselesaikan oleh Hamzah, yang menghasilkan sajian audio yang mampu merepresentasikan atmosfer gelap sekaligus megah yang menjadi benang merah dari
keseluruhan konsep EP Siksa Kubur ini. Untuk video sendiri dikerjakan oleh BSA Graphics dan layoutnya oleh Pradana Graphics.
Sebagai tindak lanjut perilisan "Dari Langit" ini, Siksa Kubur telah menyiapkan sejumlah agenda, termasuk showcase di Jakarta dan Bali yang akan menjadi titik awal untuk memperkenalkan materi terbaru mereka secara langsung kepada publik. Selain itu, band ini juga tengah mempersiapkan rangkaian penampilan di berbagai kota serta tur lanjutan sebagai bagian dari promosi EP tersebut.
Melalui "Dari Langit", Siksa Kubur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor Deathmetal Indonesia yang terus berevolusi tanpa kehilangan akar musikalnya. EP ini bukan sekadar menghadirkan agresivitas musikal, tetapi juga menawarkan sebuah narasi konseptual yang mengajak pendengar menelusuri batas antara mitologi, fiksi, dan refleksi terhadap eksistensi manusia.
Track List
1. Scene I – Prologos;
2. Scene II – Demolisi (Holoskaustos);
3. Scene III – Niskala Mata;
4. Scene IV – Epilogos (Tou Khaos).

