MAUT Rilis Debut Album 'Extinction' Bukti Eksistensi Musik Death Metal Borneo Belum Padam

MAUT Rilis Debut Album 'Extinction' Bukti Eksistensi Musik Death Metal Borneo Belum Padam


Terbentuk pada awal tahun 2024 di Indonesia, MAUT merupakan band death metal yang diperkuat oleh Agung (vokal), Arief (drum), Riyo (bass), dan Irriszka (gitar). Berawal dari sebuah proyek yang lahir dari Komunitas Pangkalan Bun metal force dan kecintaan terhadap musik ekstrem, MAUT berkembang menjadi sebuah entitas dengan visi yang kuat: menyuarakan realitas kelam dunia melalui musik death metal yang brutal, agresif, dan penuh atmosfer.

Sebagai langkah awal memperkenalkan identitas musikalnya, MAUT merilis dua single perdana berjudul "Venomous Dominion" dan "Mass Produced Salvation". Kedua lagu tersebut menjadi fondasi yang memperlihatkan karakter musik MAUT—perpaduan riff-riff berat, permainan drum yang intens, vokal brutal, serta lirik yang mengangkat isu-isu kemanusiaan dan kehancuran peradaban modern.

Setelah hampir satu tahun menjalani proses penulisan lagu, penyusunan konsep, serta pengembangan materi, MAUT akhirnya menyelesaikan album penuh pertamanya yang bertajuk EXTINCTION.

EXTINCTION bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah konsep yang menggambarkan dunia yang perlahan menuju kepunahan akibat keserakahan manusia. Album ini mengangkat berbagai realitas yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia, mulai dari perusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, kepunahan spesies, kemiskinan, perbudakan modern, perang, hingga genosida. Setiap lagu menjadi representasi dari sisi tergelap peradaban manusia yang terus menghancurkan kehidupan demi kekuasaan dan keuntungan.

Melalui lirik yang tajam dan musik yang tanpa kompromi, EXTINCTION mengajak pendengar untuk menghadapi kenyataan yang sering diabaikan. Album ini menjadi refleksi sekaligus peringatan bahwa manusia sedang membangun kehancurannya sendiri. Pertanyaan yang diangkat bukan lagi apakah kehancuran akan datang, melainkan apakah masih ada waktu untuk menghentikannya sebelum semuanya benar-benar lenyap.

Seluruh lirik dalam album ini ditulis oleh Priyanka Agung, yang menerjemahkan berbagai isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan menjadi narasi yang gelap, emosional, dan penuh kritik.

Visual artwork EXTINCTION dikerjakan oleh Hakami_SDT, menghadirkan ilustrasi yang merepresentasikan kehancuran, kematian, dan kepunahan sebagai simbol utama konsep album.

Proses rekaman instrumen dilakukan di Kawitan Records Lab, dengan Irriszka bertanggung jawab sebagai Recording Engineer sekaligus menangani proses mixing untuk membangun karakter suara yang berat, padat, dan agresif. Sementara itu, proses vocal recording serta mastering dikerjakan di Incun Studio, menghasilkan kualitas audio yang tetap brutal namun jelas dan bertenaga.

Dengan EXTINCTION, MAUT menegaskan identitasnya sebagai band death metal yang tidak hanya menawarkan kebrutalan musikal, tetapi juga membawa pesan yang relevan terhadap kondisi dunia saat ini. Album ini merupakan representasi kemarahan, keputusasaan, dan peringatan bagi umat manusia yang terus bergerak menuju jurang kepunahan.


Track List

1. Genesis of Extinction

2. Vision of Destruction

3. Prelude to Annihilation

4. The Last Dawn

5. Abandoned Flesh

6. Gates of Oblivion

7. Inherited Decay

8. Echoes of Extinction

9. Humanity Consumed

Posting Komentar

Related Posts