Sebuah ode mendalam tentang seni merelakan, dilepas secara eksklusif melalui platform mandiri "Tutur Ketiga".
Kolektif musik W.A.I.T kembali menghadirkan karya terbaru yang penuh kontemplasi lewat single bertajuk "Tirah". Berbeda dengan pola distribusi musik pada umumnya, lagu ini tadinya dirilis secara eksklusif dan hanya dapat diakses melalui situs resmi mereka, menandai sebuah langkah intim dalam menghubungkan karya dengan para pendengarnya.
"Tirah" yang secara harfiah merujuk pada tempat pemulihan atau peristirahatan—membawa narasi emosional yang sangat personal namun universal. Lagu ini memotret fase kehidupan penuh pergolakan ketika seseorang terjebak dalam labirin penyesalan dan ketidakmampuan untuk memaafkan kesalahan masa lalu serta kekurangan diri sendiri.
Melalui aransemen yang dibangun secara perlahan namun emosional, W.A.I.T tidak hanya menyajikan sebuah ratapan, melainkan sebuah ajakan hangat. Pendengar diajak untuk berani melepaskan beban emosional yang mengikat, merelakan hal-hal yang berada di luar kendali, dan melangkah menuju penerimaan diri (self-acceptance) secara utuh. Esensi utama dari "Tirah" adalah sebuah pengingat yang kuat: seberat apa pun penghakiman yang kita berikan pada diri sendiri, jangan pernah membiarkan masa lalu menghapus senyum dari wajah kita.
"Sering kali, sosok yang paling sulit kita maafkan adalah diri kita sendiri. Kita terjebak menghukum diri atas hal-hal yang sudah berlalu. Lewat 'Tirah', kami ingin menyampaikan bahwa merelakan bukan berarti menyerah, melainkan membuka pintu untuk memeluk diri sendiri seutuhnya. Kita berhak untuk sembuh dan kita berhak untuk kembali tersenyum tanpa rasa bersalah." Ucap Tika.
Setelah sebelumnya sukses diluncurkan secara eksklusif melalui inisiatif "Tutur Ketiga" di situs resmi mereka, kolektif musik W.A.I.T hari ini mengumumkan babak baru dari perjalanan single "Tirah". Karya penuh kontemplasi ini kini telah membuka gerbangnya lebih lebar dan sudah dapat dinikmati di seluruh Digital Streaming Platform (DSP).
Dengan hadirnya "Tirah" di platform streaming publik seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya, W.A.I.T berharap jangkauan pesan dari lagu ini bisa menyentuh mereka yang mungkin sedang berada di titik terendah dan butuh teman untuk berproses menuju penerimaan diri (self-acceptance).
Meski kini mengudara secara luas, W.A.I.T menegaskan bahwa keintiman dari lagu ini tidak akan berkurang. Aransemennya yang perlahan membangun ruang kontemplasi akan tetap menjadi teman yang tepat bagi siapa saja yang sedang berjuang melepaskan hal-hal di luar kendali dan bersiap memeluk diri sendiri secara utuh.
Kontak Media & Informasi:
W.A.I.T Management
Situs Web: www.waittheband.com
Media Sosial: @wait.theband
