Quintet band Experimental-Shoegaze Hydoze Lempar debut Maxi Single berjudul "Unreachable"

Quintet band Experimental-Shoegaze Hydoze Lempar debut Maxi Single berjudul "Unreachable"


Hydoze, kelompok Band Experimental-Shoegaze, asal Jakarta Timur. Dibentuk pada 4 Maret 2026, yang berisikan 5 personil yaitu, Teresia (Vocalist), Athalla (Guitarist 1), Darren (Guitarist 2), Syalwa (Bassist), Grego (Drummer). Mereka memulai perjalanan musiknya dengan merilis single debut berjudul “left with pain & a bad year”.

Left With Pain dan A Bad Year menjadi single debut dari Hydoze menandai langkah awal mereka dalam memperkenalkan identitas musikal yang memadukan nuansa Shoegaze dengan eksperimen-eksperimen yang melawan ranah dasar Shoegaze, seperti menambahkan lick Midwest dan Scale Pelog. Dasar lagu ini menjadi awal mula Hydoze memberikan ambience dengan isi lirik left with pain yang menceritakan tentang akan keterpurukan seseorang yang menemukan ketenangan melalui kehancuran dirinya, lalu dalam a bad year menampilkan cerita tentang jalan kisah pasangan yang berawal dengan obsesi hingga akhirnya pria itu hanya merasakan penyesalan pada hubungannya. 

A Bad Year menceritakan tentang alur dalam kisah hubunnganya. Diawali dengan seorang pria yang tertarik dengan wanita yang ia baru kenal sampai akhirnya dia memiliki hubungan yang romantis. Lalu, banyak momen dan kisah yang dialami pasangan tersebut sampai akhirnya pasangan tersebut mengalami konflik yang akhirnya mereka mengakhiri hubungan mereka. Namun, pria tersebut menyesal pada akhir fase mereka, dimana ia merasakan ketidaknyamanan dengan memori yang telah terjadi dengan hubungan mereka, pada akhirnya pria tersebut memutuskan untuk melampiaskan keterpurukannya dengan isi yang ada pada cerita lagu yang berjudul left with pain. Single left with pain & A Bad Year diaransemen oleh Athalla dan Darren pada awal mula band terbentuk, namun dengan ketiga personil dari Hydoze (Syalwa, Grego, Tere) memiliki chemistry untuk berkontribusi pada lagu tersebut.  

Atas single yang telah tercipta, Hydoze mengeksplorasi berbagai genre musik yang dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing personil. Walaupun dasar setiap individual yang membawakan dirinya dari berbagai genre masing-masing, Hydoze tetap menghadirkan sebuah aransemen yang tetap berfokus pada Shoegaze,  Namun dengan bebeapa materi-materi dari genre musik lain. Namun di sisi lain, hydoze juga memiliki kesibukan sebagai mahasiswa semester 2 yang di mana mereka tetap mencoba menstabilkan kondisi mereka di band hydoze dan kuliah mereka. 

Posting Komentar

Related Posts