"Waktu Itu" menjadi potret seseorang yang masih terjebak dalam penantian, Harapan untuk melupakan, perlahan berubah menjadi rasa cemburu dan amarah setiap kali melihat orang yang pernah dicintai bersama orang lain. Melalui lirik yang sederhana, Minodrama mengajak pendengar menyelami fase ketika kenangan masih sulit dilepas.
Dari sisi musikalitas, "Waktu Itu" menunjukkan perkembangan Minodrama yang semakin matang, membuat lagu ini terasa ringan untuk dinikmati tanpa kehilangan kedalaman emosinya. Dengan lagu yang mudah dicerna, "Waktu Itu" diharapkan mampu menjadi teman bagi siapa saja yang pernah berada di fase sulit untuk melepaskan seseorang.
Bersamaan dengan perilisan singlenya, Minodrama juga merilis video lirik yang dibuat oleh Hilman Wirahman bersama The Everlasting89 sebagai rumah produksi. Visual yang sederhana diambil dari cover single "Waktu Itu".
Untuk memperkenalkan lagu ini secara langsung kepada pendengar, Minodrama akan menggelar rangkaian tur promosi bertajuk "Waktu Itu Tour" yang akan mengunjungi Lima kota sepanjang akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Melalui tur ini, Minodrama ingin membawa pengalaman mendengarkan "Waktu Itu" secara intim sekaligus bertemu dengan para pendengar di berbagai daerah.

Posting Komentar