Rabu, Oktober 21, 2026

Lumeenals Hadirkan "Ego" Sebagai Perjalanan Sebuah Band dan Tentang Perang di Dalam Diri


Setelah merilis maxi single pada tahun lalu, Oktober ini Lumeenals kembali dengan sebuah single berjudul Ego. Lagu ini akan menjadi pembuka menuju album mereka yang direncanakan rilis pada 2027 mendatang. Bagi kami, peristiwa semacam ini menunjukkan kedisiplinan sebuah grup musik dalam menjaga perjalanan karyanya. Lumeenals terbilang cukup aktif dan konsisten melahirkan rilisan. Untuk sebuah skena musik kota pinggiran, ritme seperti ini bukan sesuatu yang mudah ditemukan di banyak grup musik lainnya.


Dalam beberapa kesempatan, perjalanan kami juga bersinggungan lewat berbagai kerja sama. Saat merilis EP pertama bertajuk Membiru, misalnya, kami merayakannya lewat sebuah spesial showcase bersama Pekong! Begitu pula dengan maxi single terakhir mereka, yang kembali kami rayakan bersama di tengah ruang dan waktu yang sempit. Kalau dipikir-pikir, Lumeenals memang punya tempat tersendiri bagi Pekong! Selain kerap menjadi ruang eksperimentasi untuk berbagai gagasan yang kadang muncul tanpa banyak ancang-ancang, mereka juga termasuk band todongan andalan kami. Tinggal chat ajak manggung, tunggu sebentar, dan jawabannya pasti: “IYA”. Haha.


Melihat perjalanan Lumeenals, baik sebagai grup musik maupun sebagai bagian dari dinamika kota, ada banyak hal yang layak diapresiasi dari mereka. Bagi kami, Ego menjadi semacam catatan panjang tentang peperangan yang berlangsung di dalam diri maupun di sekitar mereka. Mungkin mereka sendiri tidak menyadarinya, tetapi dalam proses berkarya, mereka telah melewati berbagai fase yang mempertemukan ego masing-masing individu dengan ego kolektif sebagai sebuah band.


Secara musikal, Ego juga hadir dengan sajian yang agresif dan kasar. Ada kesan bahwa lagu ini tidak datang untuk sekadar mengetuk pintu, melainkan langsung mendobraknya. Dan jika perjalanan Lumeenals selama ini menjadi konteks untuk membacanya, agresivitas tersebut terasa seperti bagian lain dari cerita yang sama.


Pada akhirnya, perjalanan sebuah band barangkali memang tidak pernah benar-benar lurus. Ada ego yang harus ditaklukkan, keterbatasan yang perlu diakali, dan rasa lelah yang sesekali membuat semuanya ingin dihentikan. Namun, selama masih ada orang-orang yang bersedia duduk bersama, menyisihkan waktu, dan mengerjakan sesuatu yang mereka percaya, selalu ada alasan untuk melanjutkan perjalanan.


Mungkin itu pula yang membuat Ego menarik untuk disimak: bukan hanya sebagai sebuah lagu, melainkan sebagai bagian dari perjalanan Lumeenals yang masih terus berlangsung.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search