Unit new rock asal Jakarta Selatan, Sun and Moon, secara resmi meluncurkan karya musik terbaru mereka berjudul “Hitam” di seluruh platform pemutar musik digital mulai hari ini, Jumat, 4 September 2026. Dirancang dan ditulis sejak tahun 2024, single ini menandai langkah eksplorasi artistik yang semakin matang bagi trio rock tersebut dalam menyelami spektrum emosi manusia yang paling kelam dan personal.
Secara keseluruhan, “Hitam” membawa narasi emosional tentang seseorang yang terjebak dalam luka batin yang tak kunjung sembuh. Rasa sakit ini hadir bukan karena paksaan keadaan, melainkan akibat pilihannya sendiri untuk terus menyimpan dan memendamnya dalam-dalam. Keputusan tersebut menciptakan siklus menyakiti diri yang terus berulang, sebuah kondisi tragis di mana seseorang sadar sepenuhnya sedang terluka, namun tak mampu melepaskan diri. Judul “Hitam” sendiri menjadi simbol kegelapan dan kekosongan jiwa yang mati rasa dan kehilangan harapan, meski di saat bersamaan masih menyisakan pertentangan batin antara menerima luka itu sebagai sesuatu yang abadi atau percaya bahwa suatu saat semua ini bisa berakhir.
“Lewat ‘Hitam’, kami mencoba menghadirkan eksplorasi baru. Dari segi aransemen, lagu ini terasa jauh lebih kelam dibandingkan karya-karya Sun and Moon sebelumnya,” ungkap Rivalino. Proses pematangan lagu yang memakan waktu sejak 2024 ini dilakukan agar pesan emosional serta dinamika aransemen yang ingin disampaikan dapat terwujud secara maksimal. Pengerjaan audio “Hitam” melibatkan kolaborasi solid di internal band serta produser Kavi Agung, yang juga merampungkan tahap mixing dan mastering untuk menyempurnakan keseluruhan produksi audio.
Lewat perilisan "Hitam", Sun and Moon berharap lagu ini dapat menjadi wadah katarsis serta ruang tumpah bagi para pendengar yang tengah bergelut dengan konflik batin serupa.
Posting Komentar