Senin, September 07, 2026

The Kuda Luncurkan Maxi-Single Empat Lagu, Rangkuman Kemarahan Terhadap Kondisi Sosial Politik & Masa-Masa Sulit Kehidupan


Berselang lima bulan setelah kemunculan single “ALGOJO”, The Kuda kembali melanjutkan rangkaian menuju album penuh terbaru dengan sebuah maxi-single yang memuat empat lagu. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak empat lagu langsung dilepas oleh sang kuartet punk asal Kota Hujan yang diperkuat Adipati (vokal), Andi ‘Idam’ Fauzi (gitar), Gilang ‘Ebel’ Gunawan (bass), dan Iskandar ‘Otot’ Iklas (drum).


Empat lagu tersebut adalah “Kesurupan”, “GANYANG”, “Perak”, dan ”SARAP” yang sudah bisa didengarkan secara penuh mulai 4 September 2026 di platform musik digital, yang nantinya akan dilengkapi dengan sepuluh lagu lainnya di dalam album penuh terbaru mendatang yang dijadwalkan rilis di awal tahun 2027.


Mengenai keputusan The Kuda untuk merilis maxi-single terlebih dahulu, mereka menyampaikan bahwa maxi-single ini merupakan sebuah perkenalan dan juga gambaran singkat sebelum pendengar disuguhkan album penuhnya secara keseluruhan. “Kami ingin teman-teman yang nanti akan mendengarkan album mendatang gak ‘kaget’, jadi kami ingin ada perkenalan dulu lewat maxi-single ini. Anggap saja maxi-single ini adalah awalan untuk menikmati seluruh materi yang ada di album,” terang Gilang ‘Ebel’ Gunawan mewakili band.


Lebih jauh, sebenarnya ada alasan lain yang cukup sederhana mengapa The Kuda memutuskan untuk merilis maxi-single terlebih dahulu, yakni sebuah kesadaran bahwa mereka harus lebih produktif sebagai sebuah unit musik. “Nafas untuk menyuguhkan berbagai jenis karya akan semakin rutin, kami kayak dibikin produktif dengan pilihan kami tentang membagi album menjadi dua bagian [tertawa]”, lanjut Gilang.


Empat lagu di dalam maxi-single, punya benang merah yang berputar di tema-tema seputar kondisi sosial politik, dinamika pekerjaan, hingga hubungan pertemanan di usia dewasa dan satu babak kehidupan yang dipenuhi oleh masa-masa sulit. Mengenai album penuh terbaru The Kuda, Adipati, sang vokalis menyampaikan bahwa album mendatang bisa dibilang sebagai album yang cukup personal bagi masing-masing personel, termasuk dirinya selaku penulis lirik.


“Gue percaya bahwasanya musik lahir dari kegelisahan manusia, bahkan amarah yang tertahan. Ketika kehidupan berlanjut memasuki fase berikutnya dengan segala dinamikanya di negara ini, ternyata yang makin bertambah adalah kemarahan dan kesulitan, bukan kemudahan.” 


“Penderitaan itu pun akhirnya tercurahkan lahir menjadi kumpulan kata-kata berserakan di kepala yang terbentuk kalimat, menjadi lirik lagu-lagu di album baru,” - tutup Adipati.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search